IJCSNETIJCSNET

International Journal Of Community ServiceInternational Journal Of Community Service

Fenomena banjir pasang surut telah menjadi ancaman berulang bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Belawan, Kota Medan, yang merupakan bagian dari Pantai Timur Sumatra Utara—daerah yang mengalami penurunan daratan dan kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada permukiman, gangguan pada aktivitas ekonomi nelayan, dan menurunnya kesehatan lingkungan masyarakat pesisir. Inisiatif pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat masyarakat Belawan melalui penerapan dua pendekatan utama: konstruksi amfibi sebagai solusi arsitektur adaptif yang memungkinkan rumah mengapung menyesuaikan dengan fluktuasi tingkat air; dan sistem mitigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang terdiri dari sensor pemantau tingkat air dan sistem peringatan dini yang terhubung dengan aplikasi smartphone. Metode pelaksanaan mencakup fase sosialisasi dan asesmen kerentanan, pelatihan teknis konstruksi amfibi skala prototipe, pemasangan perangkat IoT, mentoring masyarakat, dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil aktivitas menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi adaptif berbasis kebijaksanaan lokal dan teknologi tepat guna, pembangunan satu unit fondasi amfibi prototipe di rumah warga terdampak, serta beroperasinya sistem peringatan dini banjir pasang surut secara real-time. Diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi untuk penguatan masyarakat pesisir menghadapi ancaman banjir pasang surut di daerah pesisir lainnya di Sumatra Utara.

Kegiatan pelayanan masyarakat di Kecamatan Belawan, Kota Medan, menunjukkan bahwa penerapan fondasi amfibi dan sistem mitigasi berbasis Internet of Things (IoT) merupakan pendekatan yang secara teknis layak dan diterima secara sosial sebagai solusi adaptif untuk masyarakat pesisir menghadapi ancaman banjir pasang surut.Fondasi amfibi prototipe berhasil berfungsi menanggapi fluktuasi tingkat air, sementara sistem sensor IoT terbukti mampu memberikan peringatan dini secara real-time kepada masyarakat.Keberhasilan inisiatif ini didukung oleh pendekatan partisipatif yang aktif melibatkan masyarakat dari tahap perencanaan hingga keberlanjutan program, seperti terbentuknya kelompok kesiapsiagaan bencana pesisir mandiri.Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar program ini direplikasi dalam skala permukiman yang lebih besar, sumber daya energi terbarukan untuk perangkat IoT diperkuat, dan advokasi kebijakan ditujukan kepada pemerintah daerah agar pendekatan ini dapat diintegrasikan ke dalam strategi mitigasi bencana pesisir Kota Medan secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang dampak konstruksi amfibi terhadap ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. Selain itu, studi tentang penggunaan bahan alternatif untuk meningkatkan daya tahan fondasi amfibi terhadap korosi di lingkungan air asin juga penting. Terakhir, penelitian dapat menggabungkan pengetahuan lokal dengan teknologi IoT untuk menciptakan sistem peringatan dini yang lebih inklusif, terutama untuk masyarakat lansia atau yang kurang akrab dengan perangkat digital.

Read online
File size434.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test