IJCSNETIJCSNET

International Journal Of Community ServiceInternational Journal Of Community Service

Dilaporkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 29,3 juta UMKM di Indonesia di sektor pertanian dan perikanan. Salah satu produk pertanian yang diproses di Indonesia adalah gula semut. Gula semut adalah produk yang memanfaatkan air kelapa pohon tebu. Gula semut dapat menjadi alternatif gula pasir untuk penderita diabetes. Peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi Perilaku dan Ekonomi Sirkular (PR EPS) Badan Riset Nasional Indonesia (BRIN) mengungkapkan bahwa kapasitas produksi dalam negeri masih jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, apalagi ekspor. Desa Purwabakti, yang berada di Kabupaten Bogor, memiliki potensi untuk memproduksi gula semut. Air kelapa atau pohon tebu melimpah di area ini. Produksi gula semut masih relatif rendah. Jumlah gula semut yang dihasilkan oleh UMKM di Desa Purwabakti hanya berkisar antara 3-6 kg per minggu. Dengan potensi yang ada, produksi gula semut dapat ditingkatkan. Kegiatan produksi dan pemasaran masih sangat konvensional. Fasilitas dan peralatan produksi yang terbatas merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, UMKM gula semut menghadapi keterbatasan distribusi produk karena belum memiliki merek produk dan belum memasarkan melalui media digital. Tim Layanan Masyarakat memberikan pelatihan terkait strategi pemasaran merek, pemasaran media sosial, dan pengembangan prosedur operasional standar (SOP) untuk produksi gula semut di Desa Purwabakti. Kegiatan ini berhasil merumuskan merek untuk produk gula semut Desa Purwabakti, yaitu Manira Gula Semut, serta akun media sosial Instagram Manira Gula Semut. Tim Layanan Masyarakat juga mengembangkan SOP produksi yang akan menjadi standar untuk menghasilkan produk gula semut berkualitas secara konsisten.

Desa Purwabakti memiliki potensi untuk memproduksi gula semut sebagai pemanis alternatif untuk makanan dan minuman, dengan keunggulan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah.UMKM yang memproduksi gula semut di Desa Purwabakti secara tradisional melakukan aktivitas produksi dan pemasaran.Pemberian peralatan tambahan dan penyusunan SOP produksi yang jelas diharapkan meningkatkan kapasitas produksi.Merek Manira Gula Semut diharapkan memberikan identitas yang berbeda untuk gula semut yang diproduksi di Desa Purwabakti.palmsugar dan konten pemasaran yang terus diterbitkan diharapkan mencapai pasar konsumen yang lebih luas.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak strategi pemasaran merek terhadap ekspansi pasar gula semut di wilayah lain. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kampanye pemasaran media sosial dalam meningkatkan penjualan produk UMKM. Pengembangan metode produksi berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi modern juga menjadi arah penelitian baru, dengan fokus pada optimalisasi sumber daya alami dan pengurangan limbah. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana inovasi teknis dan pemasaran saling mendukung dalam meningkatkan daya saing UMKM. Selain itu, studi tentang persepsi konsumen terhadap merek lokal seperti Manira Gula Semut dapat membantu memahami dinamika preferensi pasar. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengukur dampak perubahan SOP produksi terhadap kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Saran akhir adalah mengkaji potensi kolaborasi antara UMKM gula semut dan pelaku usaha lain untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat.

Read online
File size708.17 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test