IJCSNETIJCSNET

International Journal Of Community ServiceInternational Journal Of Community Service

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola promosi pariwisata, termasuk industri kuliner, yang semakin bergantung pada konten visual menarik melalui platform media sosial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam memanfaatkan fotografi makanan sebagai strategi promosi digital yang etis dan berkelanjutan berdasarkan prinsip Global Code of Ethics for Tourism. Program ini dilaksanakan untuk siswa SMKN 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Metode yang diterapkan meliputi ceramah tentang fotografi makanan, penggunaan media digital, sesi praktik fotografi makanan, dan internalisasi etika promosi pariwisata berdasarkan Global Code of Ethics for Tourism. Hasil program diharapkan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang teknik fotografi makanan, strategi pemasaran digital, dan kesadaran pentingnya promosi bertanggung jawab yang menghormati budaya lokal serta mendukung pariwisata berkelanjutan. Selain itu, program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki kesadaran etis dalam promosi pariwisata digital.

Program pengabdian masyarakat berjudul Pelatihan Fotografi Makanan sebagai Strategi Promosi Digital Berdasarkan Global Code of Ethics for Tourism untuk Siswa SMKN 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka berhasil dilaksanakan, dimulai dengan diskusi daring dengan perwakilan sekolah dan diikuti oleh pelaksanaan langsung di SMKN 1 Leuwimunding.Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam fotografi makanan, promosi digital, serta pembuatan konten copywriting yang menarik.Melalui kegiatan pelatihan, peserta mampu memahami pentingnya visual makanan sebagai media promosi dalam industri pariwisata dan kuliner, termasuk teknik fotografi, styling makanan, penggunaan cahaya, proses pengeditan foto, dan persiapan konten promosi digital.Selain itu, program ini menyertakan praktik langsung yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta, mendorong mereka menjadi lebih aktif, kreatif, dan antusias selama sesi pelatihan.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: (1) Studi lebih lanjut mengenai dampak representasi budaya dalam konten promosi digital terhadap persepsi wisatawan, khususnya dalam konteks pariwisata berkelanjutan; (2) Penelitian tentang pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif untuk mengintegrasikan prinsip etika global dalam strategi promosi digital, termasuk penggunaan teknologi AI untuk memastikan keaslian konten; (3) Evaluasi jangka panjang terhadap efektivitas pelatihan ini dalam meningkatkan daya saing usaha kecil menengah (UKM) lokal melalui promosi digital berbasis etika. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperluas wawasan tentang bagaimana teknologi dan etika dapat digabungkan untuk menciptakan promosi pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif pada masyarakat lokal.

  1. Memberdayakan Wisatawan: Memanfaatkan Kekuatan Pemasaran Digital untuk Pembangunan Pedesaan Pariwisata... jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/2637Memberdayakan Wisatawan Memanfaatkan Kekuatan Pemasaran Digital untuk Pembangunan Pedesaan Pariwisata jurnal stiq amuntai ac index php al qalam article view 2637
Read online
File size418.62 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test