UNDIPUNDIP

DIMJDIMJ

Kesadaran kesehatan mata, sikap, dan perilaku anak sekolah dasar terhadap gangguan refraksi di Semarang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menentukan prevalensi gangguan refraksi dan mengevaluasi pengetahuan, sikap, serta perilaku terkait kesehatan mata pada siswa SDN Wonotingal Semarang. Metode penelitian deskriptif dengan sampel 200 siswa. Pemeriksaan mata dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil menunjukkan 14% siswa mengalami gangguan refraksi, dengan Astigmatism Myopia Compositus sebagai jenis paling umum (67,9%). Mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang buruk tentang kesehatan mata (97,9%), tetapi sikap dan perilaku yang baik (79,5% dan 66,0%).

Prevalensi gangguan refraksi di SDN Wonotingal Semarang adalah 14%, dengan Astigmatism Myopia Compositus sebagai jenis paling umum.Banyak siswa masih memiliki pengetahuan yang buruk tentang kesehatan mata.Gangguan refraksi lebih sering ditemukan pada siswi (64,29%) dibandingkan laki-laki (35,71%).Pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait kesehatan mata berpengaruh signifikan terhadap kejadian gangguan refraksi.

1. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan mata di sekolah-sekolah lain di Indonesia. 2. Studi tentang dampak jangka panjang penggunaan gadget dan pembelajaran online terhadap kesehatan mata anak usia sekolah dasar. 3. Pengembangan metode deteksi dini gangguan refraksi yang lebih akurat dan ramah pengguna untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di daerah pedesaan.

  1. Screening of Refractive Disorders and Eye Health Awareness: Knowledge, Attitudes, and Behaviors of Elementary... ejournal2.undip.ac.id/index.php/dimj/article/view/23477Screening of Refractive Disorders and Eye Health Awareness Knowledge Attitudes and Behaviors of Elementary ejournal2 undip ac index php dimj article view 23477
Read online
File size438.93 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test