KAWANADKAWANAD
Journal of Law and EconomicsJournal of Law and EconomicsTransformasi digital pemerintah telah mendorong pengadopsian kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung layanan publik, termasuk chatbot keluhan, sistem penilaian kelayakan bantuan sosial otomatis, dan lisensi berbasis algoritma. Namun, dalam hukum administrasi, keputusan publik harus dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan prinsip legalitas dan pertanggungjawaban. Ketika sebagian proses pengambilan keputusan dilakukan melalui sistem otomatis, muncul pertanyaan hukum penting: Apakah keputusan otomatis dapat dikategorikan sebagai bentuk diskresi administratif, dan siapa yang bertanggung jawab hukum ketika keputusan tersebut merugikan warga? Studi ini bertujuan menganalisis status hukum keputusan otomatis berbasis AI terkait konsep diskresi administratif serta merumuskan kerangka hukum yang menjamin pertanggungjawaban, transparansi, dan perlindungan hak warga. Penelitian ini menggunakan metode juridik normatif dengan pendekatan statistik, konseptual, dan perbandingan. Analisis berfokus pada Pasal 22–23 UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, regulasi terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan praktik layanan publik digital. Temuan menunjukkan bahwa keputusan otomatis tidak dapat dianggap sebagai diskresi administratif tanpa dasar hukum yang jelas, sementara tanggung jawab hukum tetap berada pada pejabat berwenang atau institusi publik yang mengoperasikan sistem. Kebaruan studi ini terletak pada konseptualisasi diskresi digital dalam hukum administrasi Indonesia dan usulan model pengawasan berbasis risiko yang mengintegrasikan mekanisme human-in-the-loop untuk memastikan penggunaan AI dalam administrasi publik tetap tunduk pada hukum.
Studi ini menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki fondasi hukum yang relatif lebih berkembang untuk menyesuaikan diskresi administratif di era digital melalui penggunaan sistem pemerintahan berbasis elektronik dan keputusan berbasis AI.Namun, konsep diskresi digital harus dipahami sebagai kerangka konseptual yang diusulkan, bukan kategori hukum independen yang secara eksplisit diakui dalam hukum administrasi Indonesia.Penggunaan AI dapat mendukung pengambilan keputusan administratif, tetapi otoritas hukum dan tanggung jawab akhir harus tetap berada pada pejabat pemerintah yang berwenang.Dalam konteks ini, model diskresi hibrida yang menggabungkan proses berbasis AI dengan pengawasan manusia yang bermakna dapat membantu mempertahankan prinsip legalitas, pertanggungjawaban, transparansi, dan perlindungan hak warga.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menganalisis efektivitas model hibrida AI-manusia dalam konteks administratif berbeda dengan mempertimbangkan variabel seperti tingkat risiko dan kompleksitas keputusan. Kedua, mengeksplorasi dampak pelatihan etika AI terhadap akurasi pengambilan keputusan pejabat, khususnya dalam mengidentifikasi bias algoritmik dan memastikan keadilan. Ketiga, mengembangkan pedoman regional untuk implementasi AI dalam layanan publik, mempertimbangkan perbedaan kapasitas institusional dan tantangan hukum antar daerah. Pendekatan ini akan memperkuat kerangka hukum yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika teknologi.
| File size | 263.85 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Berdasarkan sintesis ini, artikel mengusulkan empat langkah yang saling menguatkan untuk menutup kesenjangan tersebut, yaitu edukasi literasi AI, kebijakanBerdasarkan sintesis ini, artikel mengusulkan empat langkah yang saling menguatkan untuk menutup kesenjangan tersebut, yaitu edukasi literasi AI, kebijakan
MARANATHAMARANATHA Kajian ini mengonfirmasi bahwa AI terbukti mampu mengotomatisasi tugas audit dan mendeteksi anomali kecurangan secara real-time. Namun, implementasinyaKajian ini mengonfirmasi bahwa AI terbukti mampu mengotomatisasi tugas audit dan mendeteksi anomali kecurangan secara real-time. Namun, implementasinya
SAINSSAINS Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam proses perancangan identitas visual pada industri kreatif melaluiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam proses perancangan identitas visual pada industri kreatif melalui
IAIN SUIAIN SU Integrasi ketiga perspektif ini memungkinkan penelitian ini menghasilkan pemahaman yang komprehensif, berlapis, dan kontekstual terhadap fenomena politisasiIntegrasi ketiga perspektif ini memungkinkan penelitian ini menghasilkan pemahaman yang komprehensif, berlapis, dan kontekstual terhadap fenomena politisasi
UNHJAMBIUNHJAMBI Perkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong munculnya berbagai brand fashion lokal. Namun, banyak usaha fashion lokal masih menghadapi tantanganPerkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong munculnya berbagai brand fashion lokal. Namun, banyak usaha fashion lokal masih menghadapi tantangan
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Secara praktis, manajer perlu memandang AI sebagai bagian dari arsitektur pengambilan keputusan strategis, dengan penekanan pada kesiapan data, kompetensiSecara praktis, manajer perlu memandang AI sebagai bagian dari arsitektur pengambilan keputusan strategis, dengan penekanan pada kesiapan data, kompetensi
GOACADEMICAGOACADEMICA Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kompleks DPR RI menjadi bukti nyata bahwa institusi pemerintah dapat mengambil peran strategis dalam mendorongProyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kompleks DPR RI menjadi bukti nyata bahwa institusi pemerintah dapat mengambil peran strategis dalam mendorong
STIALANSTIALAN Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan kebijakan, publikasi pemerintah, serta referensi akademik terkait implementasi AI dalam kebijakan publik.Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan kebijakan, publikasi pemerintah, serta referensi akademik terkait implementasi AI dalam kebijakan publik.
Useful /
STIKESSALSABILASTIKESSALSABILA Disarankan untuk meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan semenjak hamil serta Ibu menyusui tentang gizi menyusui. Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebagianDisarankan untuk meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan semenjak hamil serta Ibu menyusui tentang gizi menyusui. Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebagian
BUMIGORABUMIGORA Kerangka kerja DFRWS terdiri dari identifikasi, pelestarian, pengumpulan, pemeriksaan, analisis, dan pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alatKerangka kerja DFRWS terdiri dari identifikasi, pelestarian, pengumpulan, pemeriksaan, analisis, dan pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Kepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh motivasi kerja Islam atau pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwaKepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh motivasi kerja Islam atau pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
STIKESSALSABILASTIKESSALSABILA Responden yang diberikan baby massage rata-rata berat badan sebelum intervensi 5875,00 gram dan setelah 6115,00 gram. Baby massage berpengaruh terhadapResponden yang diberikan baby massage rata-rata berat badan sebelum intervensi 5875,00 gram dan setelah 6115,00 gram. Baby massage berpengaruh terhadap