UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Mahasiswa kini terbiasa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk kebutuhan akademik sehari-hari, mulai dari memahami materi kuliah, menyusun tugas, hingga mencari referensi, sementara kode etik akademik yang seharusnya mengatur pemanfaatan tersebut umumnya belum menyesuaikan diri secepat penyebaran teknologinya. Bertolak dari kajian literatur terstruktur atas sumber akademik kredibel yang terbit antara tahun 2021 hingga 2026, artikel ini secara khusus menelusuri bagaimana mahasiswa memaknai sisi etis penggunaan AI serta sejauh mana mereka memahami dan siap menghadapi kode etik formal yang mulai diberlakukan institusi. Temuan menunjukkan gambaran yang ambivalen: mahasiswa mengakui manfaat AI sebagai alat bantu belajar, tetapi tetap waspada terhadap risikonya bagi integritas akademik, bias algoritmik, dan minimnya transparansi, sementara kesadaran mereka terhadap pedoman institusional masih tertinggal dari praktik penggunaan AI itu sendiri. Berdasarkan sintesis ini, artikel mengusulkan empat langkah yang saling menguatkan untuk menutup kesenjangan tersebut, yaitu edukasi literasi AI, kebijakan institusional yang eksplisit, desain asesmen yang otentik, dan sosialisasi berkelanjutan di lingkungan akademik.

mereka mengakui manfaatnya dalam mempermudah pemahaman materi, mempercepat penyelesaian tugas, dan memperkaya pengalaman belajar digital, namun tetap khawatir terhadap risiko plagiarisme, bias algoritma, dan kurangnya transparansi AI.Perkembangan regulasi AI, baik di tingkat global maupun institusional, menunjukkan bahwa perguruan tinggi mulai merespons kebutuhan akan kode etik yang lebih eksplisit.diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, dan pengelola kebijakan kampus untuk memperkuat literasi etika AI, desain asesmen otentik, serta kebijakan adaptif terhadap karakteristik disiplin ilmu.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program literasi AI terhadap kesadaran etika mahasiswa di berbagai disiplin ilmu. 2. Evaluasi efektivitas kebijakan institusional seperti Peraturan Rektor UI Nomor 16 Tahun 2026 dalam mengatur penggunaan AI di lingkungan akademik. 3. Pengembangan strategi desain asesmen otentik yang mengintegrasikan AI sebagai alat bantu tanpa mengurangi proses berpikir kritis mahasiswa, dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing mata kuliah.

  1. Pemahaman Etika Akademik Mahasiswa dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI) | Journal of Education... jer.or.id/index.php/jer/article/view/1944Pemahaman Etika Akademik Mahasiswa dalam Penggunaan Artificial Intelligence AI Journal of Education jer index php jer article view 1944
  2. Pemahaman Pelajar Tentang Kecerdasan Buatan Dan Implikasinya Terhadap Literasi | JURNAL JENDELA PENDIDIKAN.... ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJP/article/view/1293Pemahaman Pelajar Tentang Kecerdasan Buatan Dan Implikasinya Terhadap Literasi JURNAL JENDELA PENDIDIKAN ejournal jendelaedukasi index php JJP article view 1293
Read online
File size301.76 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test