ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Studi mengenai aksara Jawa Kuno selama ini didominasi oleh pendekatan epigrafi yang berfokus pada pembacaan teks dan penanggalan sejarah, namun sering mengabaikan aspek perancangan visualnya. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mendekonstruksi Aksara Kuadrat (abad 11-13 M) melalui perspektif Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Tipografi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan arkeologi visual, penelitian ini menganalisis morfologi aksara pada Prasasti koleksi PIM Mojokerto, data teknis pada prasasti unfinished Tahi Papung (Ponorogo), serta alih wahananya pada media sandang kontemporer. Data dianalisis melalui pelacakan morfologi aksara, penerapan grid modular dan prinsip Em Square, serta interpretasi semiotika visual untuk membaca fungsi estetik dan politis aksara. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, secara morfologis, Aksara Kuadrat dapat diklasifikasikan sebagai Display Typeface bergaya Slab Serif yang dirancang untuk dominasi visual jarak jauh (visual weight). Kedua, temuan garis bantu (guidelines) pada artefak Tahi Papung membuktikan bahwa aksara ini tidak ditulis secara intuitif, melainkan dikonstruksi melalui rasionalitas desain berbasis sistem Modular Grid dan prinsip Em Square. Ketiga, perpaduan antara struktur geometris yang kaku dengan ornamen padat (Horror Vacui) berfungsi sebagai strategi Branding Teritorial untuk melegitimasi kekuasaan politik Kerajaan Kediri-Majapahit. Transformasi aksara ini ke dalam produk industri kreatif (kaos) membuktikan bahwa sistem desain kuno ini memiliki kualitas timeless yang mampu beradaptasi dari fungsi sakral-politis menjadi komoditas identitas budaya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Aksara Kuadrat, yang berkembang pada periode Kerajaan Kediri hingga Majapahit, merupakan anomali visual yang menandai puncak pencapaian Desain Komunikasi Visual di Nusantara kuno.Berdasarkan analisis morfologi, proses desain, dan konteks fungsinya, studi ini menghasilkan tiga simpulan utama.Pertama, secara tipologis, Aksara Kuadrat dapat diklasifikasikan sebagai Display Typeface dengan karakteristik Slab Serif (Block Type).Penggunaan stroke yang monolinear, visual weight yang ekstrem (Extra Bold), serta manipulasi ruang negatif (counter) yang sempit, membuktikan bahwa aksara ini dirancang bukan untuk kenyamanan literasi (legibility), melainkan untuk dominasi visual (visibility) dan monumentalitas.Kedua, penelitian ini membantah anggapan bahwa seni aksara tradisi bersifat murni intuitif.Temuan jejak teknis berupa garis mal pada prasasti unfinished di Tahi Papung memberikan bukti empiris bahwa para Citralekha bekerja dengan rasionalitas desain (design rationality) yang tinggi.Penerapan sistem Modular Grid dan prinsip Em Square menunjukkan adanya standarisasi proporsi yang disiplin, mensejajarkan praktik desain Jawa Kuno dengan prinsip-prinsip tipografi modern.Ketiga, Aksara Kuadrat berfungsi sebagai instrumen Territorial Branding yang canggih.Integrasi antara struktur geometri yang kaku (simbol hukum/keteraturan) dengan estetika Horror Vacui (simbol kesakralan/kosmologi) digunakan sebagai mekanisme proyeksi kekuasaan (power projection) untuk melegitimasi kedaulatan wilayah.Terakhir, vitalitas desain Aksara Kuadrat terbukti melampaui zaman melalui fenomena Cultural Repurposing pada industri kreatif kontemporer.Transformasi aksara ini dari media batu andesit ke media sandang (kaos) menunjukkan bahwa identitas visual ini mampu beradaptasi dari nilai guna ritual menjadi nilai tukar ekonomi, menawarkan otentisitas sejarah sebagai komoditas branding baru di era digital.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang peran dan pengaruh Aksara Kuadrat dalam membentuk identitas visual dan budaya Kerajaan Kediri-Majapahit. Bagaimana aksara ini digunakan sebagai alat komunikasi politik dan bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat pada saat itu? Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana Aksara Kuadrat beradaptasi dan bertahan dalam berbagai media dan konteks kontemporer. Bagaimana transformasi ini terjadi dan apa dampak sosial-budaya yang ditimbulkannya? Ketiga, penelitian dapat berfokus pada aspek desain dan teknik pembuatan Aksara Kuadrat. Bagaimana proses pembuatan prasasti ini, apakah ada perbedaan teknik antara prasasti yang sudah selesai dan yang belum selesai, dan bagaimana hal ini mempengaruhi kualitas dan estetika aksara? Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang Aksara Kuadrat, peranannya dalam sejarah, dan relevansinya dalam konteks modern.

  1. Penerbit BRIN : BRIN Publishing. bab view file prosiding seminar nasional arkeologi teknologi masa pdf... doi.org/10.55981/brin.710.c1093Penerbit BRIN BRIN Publishing bab view file prosiding seminar nasional arkeologi teknologi masa pdf doi 10 55981 brin 710 c1093
  2. A Review of Current Cultural Jewellery Trend | Journal of Law and Sustainable Development. review current... doi.org/10.55908/sdgs.v11i5.839A Review of Current Cultural Jewellery Trend Journal of Law and Sustainable Development review current doi 10 55908 sdgs v11i5 839
  3. Implementasi Model Scamper sebagai Strategi Asimilasi Perwajahan Typeface “Antawacana” Bercitra... doi.org/10.33153/brikolase.v15i2.5306Implementasi Model Scamper sebagai Strategi Asimilasi Perwajahan Typeface AuAntawacanaAy Bercitra doi 10 33153 brikolase v15i2 5306
Read online
File size1.36 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test