POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami paling baik bagi bayi, namun fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini pemberian ASI eksklusif yang masih rendah. Capaian ASI eksklusif yang rendah bisa merugikan bayi, ibu, keluarga maupun bangsa termasuk risiko kesehatan yang buruk. Perlu dilakukannya upaya dari ibu balita dan dukungan dari luar untuk mencapai keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai kegagalan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Penelitian utama yaitu 6 orang ibu kegagalan ASI eksklusif. Informan pendukung terdiri dari 6 suami/keluarga, 1 kepala Puskesmas, 1 petugas kesehatan, 1 petugas KIA dan 2 kader posyandu di Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pertanyaan terbuka. Penelitian ini mengidentifikasi penyebab ibu tidak memberikan ASI eksklusif yaitu ASI ibu yang tidak lancar sehingga ibu berinisiatif sendiri untuk memberikan susu formula pada bayinya. Meskipun dukungan dari suami/keluarga dan tenaga kesehatan telah diberikan namun kegagalan pemberian ASI eksklusif masih belum terselesaikan. Diharapkan ibu dapat menghadapi segala hambatan selama memberikan ASI eksklusif dengan diiringi dukungan dari suami/keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan saran, arahan, pendapat atau menjelaskan bagaimana tindakan yang tepat dilakukan oleh ibu.

Fenomena kegagalan pemberian ASI eksklusif dipicu karena ASI ibu tidak lancar atau ASI tidak keluar, bayi masih menangis setelah diberi ASI dan perasaan merepotkan sehingga ibu memberikan susu formula supaya lebih praktis.Peran suami dan keluarga kepada ibu cukup baik dengan telah mendukung ibu untuk selalu memberikan ASI eksklusif dan berusaha untuk menjaga psikologis agar tidak mengalami stress.Peran dari petugas sudah cukup baik terdapat kebijakan maupun program khusus tentang ASI eksklusif yang sudah berjalan sejak tahun 2019.Diharapkan ibu dapat menghadapi segala hambatan selama memberikan ASI eksklusif dengan diiringi dukungan dari suami/keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan saran, arahan, pendapat atau menjelaskan bagaimana tindakan yang tepat dilakukan oleh ibu.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program edukasi komunitas terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, khususnya di daerah dengan cakupan ASI rendah. Selain itu, perlu diteliti peran kebijakan kerja perusahaan dalam mendukung ibu bekerja tetap memberikan ASI eksklusif, seperti menyediakan ruang menyusui atau fleksibilitas jadwal. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas aplikasi kesehatan mobile sebagai alat pendukung untuk memberikan informasi dan motivasi kepada ibu menyusui, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

  1. Pengaruh Peran Petugas Kesehatan dan Bapak Peduli Asi Eksklusif (Baper Asiek) Terhadap Perilaku Ibu dalam... doi.org/10.31101/jkk.1487Pengaruh Peran Petugas Kesehatan dan Bapak Peduli Asi Eksklusif Baper Asiek Terhadap Perilaku Ibu dalam doi 10 31101 jkk 1487
  2. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI DESA JAMBEAN KIDUL KECAMATAN MARGOREJO... jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/JKM/article/view/205HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI DESA JAMBEAN KIDUL KECAMATAN MARGOREJO jurnal stikescendekiautamakudus ac index php JKM article view 205
Read online
File size375.92 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test