POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Efikasi diri sangat penting untuk menentukan kepercayaan diri ibu hamil dalam melakukan tindakan pencegahan preeklampsi. Ibu hamil dengan efikasi diri yang baik akan berpartisipasi aktif dalam perencanaan perawatan selama hamil untuk mencapai kondisi sehat bagi ibu dan bayinya, sedangkan efikasi diri yang buruk berakibat munculnya perasaaan frustasi dan marah saat hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stress dan pengetahuan dengan efikasi diri ibu hamil dalam pencegahan preeklampsi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu hamil yang memiliki risiko preeklampsi berjumlah 60 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan sebelumnya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p: 0,015; r: 0,311) dan stress (p: 0,048; r: -0,256) dengan efikasi diri ibu hamil dalam pencegahan preeklampsi. Berdasarkan hasil tersebut, perlu adanya upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan stress pada ibu hamil melalui kegiatan edukasi dan manajemen stres sehingga dapat meningkatkan efikasi diri ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress dan pengetahuan berhubungan dengan efikasi diri ibu hamil dalam pencegahan preeklampsi.Peran tenaga kesehatan dalam memberikan informasi tentang pencegahan preeklampsi dan edukasi manajemen stress pada saat antenatal sangat penting untuk membantu ibu hamil dalam mengetahui dan meningkakan efikasi diri untuk mencegah preeklampsi.

Untuk meningkatkan efikasi diri ibu hamil dalam pencegahan preeklampsi, diperlukan penelitian lanjutan yang mengembangkan program edukasi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile atau platform digital untuk menyebarkan informasi tentang preeklampsi secara kontinu. Selain itu, penelitian juga bisa fokus pada faktor budaya dan sosial yang memengaruhi tingkat stres dan pengetahuan ibu hamil, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Terakhir, pengembangan kuesioner yang lebih spesifik untuk ibu hamil berisiko tinggi preeklampsi dapat meningkatkan akurasi pengukuran efikasi diri dan memperkuat dasar penelitian masa depan.

Read online
File size357.65 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test