UQGRESIKUQGRESIK
Qomaruna: Journal of Multidisciplinary StudiesQomaruna: Journal of Multidisciplinary StudiesPerkembangan teknologi digital menuntut satuan pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum agar tetap relevan, sekaligus mampu menjaga fungsi pendidikan sebagai wahana pembentukan karakter dan pelestarian nilai budaya lokal. Namun, pada praktiknya, banyak sekolah—termasuk sekolah berbasis pesantren—masih menghadapi kesenjangan dalam mengadaptasi teknologi secara bermakna tanpa mengabaikan penguatan karakter dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengkaji implementasi kurikulum adaptif berbasis teknologi yang efektif dalam penguatan karakter siswa serta integrasi kearifan lokal. Penelitian dilaksanakan di SMP Al-Ikhlas, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum adaptif berbasis teknologi mampu memfasilitasi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan, minat, gaya, dan kecepatan belajar siswa. Kurikulum ini juga memberikan ruang bagi pengembangan proyek pembelajaran berbasis nilai dan kearifan lokal, serta memungkinkan penilaian siswa dilakukan secara lebih holistik. Selain itu, teknologi berperan penting sebagai medium interaktif dan sumber belajar yang kaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter serta mempromosikan kearifan lokal secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum adaptif berbasis teknologi dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis bagi pengembang kurikulum, guru, dan pembuat kebijakan dalam merancang pendidikan SMP yang lebih relevan, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum adaptif berbasis teknologi di SMP Al-Ikhlas berhasil menjadi solusi strategis dalam penguatan karakter dan pelestarian kearifan lokal.Strategi kunci keberhasilan terletak pada pemanfaatan teknologi sederhana yang diintegrasikan ke dalam proyek-proyek kontekstual siswa.Meskipun sarana sekolah terbatas, pendekatan adaptif memungkinkan guru memodifikasi pembelajaran sesuai minat digital siswa tanpa mencabut akar budaya mereka.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kuantitatif yang lebih luas untuk mengukur dampak signifikan kurikulum adaptif berbasis teknologi terhadap peningkatan karakter siswa secara statistik. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan implementasi kurikulum adaptif di SMP Al-Ikhlas dengan sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa, baik di lingkungan pesantren maupun di sekolah umum, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang mungkin muncul. Ketiga, penelitian mendalam mengenai peran guru sebagai agen perubahan dalam implementasi kurikulum adaptif perlu digali lebih lanjut, termasuk analisis kompetensi, motivasi, dan dukungan yang dibutuhkan guru untuk mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai lokal secara efektif dalam pembelajaran. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa, serta mampu membekali generasi muda dengan keterampilan dan karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.
- Pembinaan Karakter Mahasiswa MelaluiPendidikan Agama Islam di Era Digital | Wathan: Jurnal Ilmu Sosial... doi.org/10.71153/wathan.v1i2.77Pembinaan Karakter Mahasiswa MelaluiPendidikan Agama Islam di Era Digital Wathan Jurnal Ilmu Sosial doi 10 71153 wathan v1i2 77
- Character Education in the Digital Age: Challenges and Opportunities Amidst Technological Developments... doi.org/10.61942/msj.v3i2.367Character Education in the Digital Age Challenges and Opportunities Amidst Technological Developments doi 10 61942 msj v3i2 367
- Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Panca Jiwa di Pesantren: Strategi dan Tantangan dalam Era Digital... doi.org/10.55187/tarjpi.v10i1.6105Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Panca Jiwa di Pesantren Strategi dan Tantangan dalam Era Digital doi 10 55187 tarjpi v10i1 6105
| File size | 828.9 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ritus Hajat Bumi dan Merlawu memuat 18 nilai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkanHasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ritus Hajat Bumi dan Merlawu memuat 18 nilai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Nilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan ini juga membentuk integritas moral Dyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam menangani dinamikaNilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan ini juga membentuk integritas moral Dyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam menangani dinamika
KALBISKALBIS Representasi ini menggeser stereotipe lama menjadi citra positif yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Temuan ini menegaskan peran strategisRepresentasi ini menggeser stereotipe lama menjadi citra positif yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Temuan ini menegaskan peran strategis
KALBISKALBIS Penelitian ini menyarankan pengembangan metodologi baru, studi longitudinal, eksplorasi teknologi, dan analisis konteks lokal, serta kolaborasi erat antaraPenelitian ini menyarankan pengembangan metodologi baru, studi longitudinal, eksplorasi teknologi, dan analisis konteks lokal, serta kolaborasi erat antara
UNSIAUNSIA Dengan keterampilan mengelola identitas di ruang virtual, pelajar dapat melakukan filterisasi terhadap dampak buruk media sosial seperti cybercrime, termasukDengan keterampilan mengelola identitas di ruang virtual, pelajar dapat melakukan filterisasi terhadap dampak buruk media sosial seperti cybercrime, termasuk
CASCAS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah dan etnografi, yang mengeksplorasi tradisi intelektual ulama Nusantara dan merekonstruksiPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah dan etnografi, yang mengeksplorasi tradisi intelektual ulama Nusantara dan merekonstruksi
BIMABERILMUBIMABERILMU Dengan demikian, tradisi Boho Oi Mbaru dapat mengatasi masalah pergeseran budaya atau hilangnya budaya Bima pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan:Dengan demikian, tradisi Boho Oi Mbaru dapat mengatasi masalah pergeseran budaya atau hilangnya budaya Bima pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan:
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Hubungan antara budaya dan kesehatan sangat erat, di mana keberagaman budaya dan adat istiadat memiliki berbagai pengaruh terhadap perilaku kesehatan.Hubungan antara budaya dan kesehatan sangat erat, di mana keberagaman budaya dan adat istiadat memiliki berbagai pengaruh terhadap perilaku kesehatan.
Useful /
STIE AASSTIE AAS Untuk menghasilkan kombinasi atribut yang representatif, metode orthogonal array diterapkan, menghasilkan sembilan rangsangan optimal untuk menilai preferensiUntuk menghasilkan kombinasi atribut yang representatif, metode orthogonal array diterapkan, menghasilkan sembilan rangsangan optimal untuk menilai preferensi
UMLAUMLA Kepatuhan dinilai menggunakan kuesioner MMAS‑8, sedangkan hasil klinis diukur dengan kadar gula darah puasa. Data dianalisis dengan uji rank SpearmanKepatuhan dinilai menggunakan kuesioner MMAS‑8, sedangkan hasil klinis diukur dengan kadar gula darah puasa. Data dianalisis dengan uji rank Spearman
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Langkah-langkah yang digunakan antara: Observasi, Wawancara, Angket danAdapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Langkah-langkah yang digunakan antara: Observasi, Wawancara, Angket dan
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Tradisi Betangas merupakan tradisi mandi uap yang digunakan pada adat pernikahan dan digunakan sebagai alternatif pengobatan yang mengunakan rempah-rempahTradisi Betangas merupakan tradisi mandi uap yang digunakan pada adat pernikahan dan digunakan sebagai alternatif pengobatan yang mengunakan rempah-rempah