STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Rendahnya pengetahuan pasien mengenai Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) menjadi hambatan utama dalam keberhasilan manajemen terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta konseling apoteker terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan terapi, dan kontrol glikemik pada pasien DMT2. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar dan PubMed untuk artikel publikasi rentang tahun 2015–2026, hingga diperoleh 5 artikel utama yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa intervensi edukasi terstruktur menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan domain kognitif pasien (Wilcoxon Test, 𝑝 = 0,001), di mana profil pengetahuan kurang (72%) berhasil ditekan menjadi 0% pada fase posttest. Peningkatan pemahaman tertinggi tercatat pada indikator komplikasi penyakit (83%), sedangkan aspek self-care management menunjukkan kenaikan moderat (65%). Internalisasi kognitif ini berkorelasi linear dengan lonjakan kepatuhan minum obat dari 31,4% menjadi 73,5% (𝑝 = 0,006), yang secara kausalitas berdampak nyata pada perbaikan parameter biologis berupa penurunan bermakna pada kadar Gula Darah Puasa (𝑝 = 0,002) dan nilai HbA1c (𝑝 = 0,001). Kesimpulannya, intervensi KIE dan konseling interaktif oleh apoteker efektif meningkatkan pemahaman klinis pasien, memotong mata rantai ketidakpatuhan regimen obat, dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian stabilitas kontrol metabolik jangka panjang pada penderita DMT2.

Intervensi KIE dan konseling interaktif oleh apoteker efektif meningkatkan pemahaman klinis pasien, memotong mata rantai ketidakpatuhan regimen obat, dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian stabilitas kontrol metabolik jangka panjang pada penderita DMT2.Penggunaan instrumen DKQ-24 terbukti valid dan reliabel untuk mengukur tingkat pengetahuan pasien DMT2.Peningkatan pengetahuan secara signifikan berkorelasi dengan peningkatan kepatuhan terapi dan penurunan parameter biologis seperti kadar gula darah puasa dan HbA1c.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas platform digital sebagai media edukasi kesehatan untuk pasien DMT2, terutama di daerah dengan akses terbatas. Selain itu, studi perlu dilakukan untuk membandingkan metode konseling interaktif dengan pendekatan edukasi pasif dalam meningkatkan kepatuhan terapi jangka panjang. Terakhir, peneliti juga disarankan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi KIE dan konseling apoteker terhadap pengurangan komplikasi mikro dan makrovaskular pada pasien DMT2.

Read online
File size283.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test