STIK SAMSTIK SAM

Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanJurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan

Kasus tertinggi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Pekalongan adalah hipertensi. Peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien hipertensi dapat disebabkan karena hipertensi yang tidak terkontrol. Pasien yang patuh minum obat hipertensi akan memiliki tekanan darah yang terkontrol, sehingga kepatuhan merupakan faktor utama dalam mencapai keberhasilan terapi. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif observasional menggunakan desain cross sectional dengan metode accidental sampling. Evaluasi kepatuhan dilakukan menggunakan metode pemberian kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Responden adalah pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yang berusia ≥26 tahun, menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan melakukan pemeriksaan pada bulan Maret-April 2023. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 260 responden yang terdiri dari 150 pasien perempuan dan 110 pasien laki-laki, sebagian besar pasien berusia ≥46 tahun (91,92%), latar belakang pendidikan lulusan SD-SMP (32,7%), SMA (32,3%) dan pendidikan tinggi (35%). Sebanyak 67 responden sebagai IRT (25,77%) dan 47 responden tidak bekerja (18,07%). Sedangkan yang lainnya bekerja dengan profesi bermacam-macam seperti guru/dosen, aparatur sipil negara, karyawan swasta dan wiraswasta. Kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yaitu patuh sebesar 82,31% dan tidak patuh sebesar 17,69%. Pasien dengan usia ≥46 tahun lebih patuh dalam minum obat. Lama periode pengobatan dan jumlah item obat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat. Semakin lama terapi dan polifarmasi akan menurunkan tingkat kepatuhan pasien.

Kepatuhan minum pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yaitu patuh sebesar 82,31% dan tidak patuh sebesar 17,69%.Kepatuhan pasien perempuan hampir sama dengan pasien laki-laki, pasien dengan usia ≥46 tahun lebih patuh dalam minum obat.Kepatuhan minum obat menurun seiring dengan bertambah lamanya minum obat dan semakin banyaknya jumlah obat yang diminum.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kepatuhan seiring bertambahnya lama terapi. Selain itu, diperlukan uji coba intervensi edukasi farmasi atau penggunaan aplikasi pengingat digital yang difokuskan pada pasien dengan polifarmasi, untuk menilai apakah pendekatan tersebut dapat meningkatkan tingkat kepatuhan dibandingkan dengan standar pelayanan saat ini. Selanjutnya, penelitian komparatif antar rumah sakit atau wilayah yang melibatkan populasi pasien hipertensi dengan latar belakang sosioekonomi dan tingkat pendidikan beragam dapat menggali pengaruh kebijakan kesehatan dan akses layanan terhadap kepatuhan, serta menilai apakah perbedaan gender atau tingkat pendidikan tetap signifikan dalam konteks yang lebih luas.

  1. KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI PESERTA JKN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH... jurnal.stiksam.ac.id/index.php/jim/article/view/741KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI PESERTA JKN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH jurnal stiksam ac index php jim article view 741
Read online
File size290.74 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test