ITKESWHSITKESWHS
Abdimas MedikaAbdimas MedikaPandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) bukan hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga telah mengancam kesehatan mental banyak orang. Penyakit yang telah menelan 53.292 korban jiwa di seluruh dunia hingga 3 April 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. Setiap menit, masyarakat selalu dihujani oleh berita dan informasi seputar COVID-19, baik melalui TV, media sosial, serta internet. Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan mental seperti rasa kekhawatiran yang berlebihan di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona tersebut. Beberapa gangguan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan sebagainya. Kecemasan dan gangguan mental ini kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis, atau disebut juga psikosomatik. Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan, padahal suhu tubuhnya normal.
Diharapkan dengan hasil kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa saat pandemi covid 19 serta masyarakat dapat mengetahui, mengenali dan mengatasi gangguan kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.Menjaga pola tidur, makan makanan sehat, menghindari konsumsi tembakau dan alkohol, serta menenangkan pikiran dari informasi-informasi yang membuat masyarakat bertambah cemas, bisa menjadi solusi, sehingga masyarakat akan merasa lebih tenang, nyaman, dan ceria.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai intervensi kesehatan mental yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat RT 30, seperti kelompok dukungan sebaya atau pelatihan relaksasi. Kedua, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental di tengah pandemi, seperti tingkat pendapatan, status pekerjaan, atau riwayat penyakit kronis. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pandemi terhadap kesehatan mental masyarakat RT 30, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan dan penanganan yang telah diimplementasikan.
| File size | 299.67 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Metode penelitian kualitatif dan studi kasus digunakan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kontribusi partisipasi wargaMetode penelitian kualitatif dan studi kasus digunakan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kontribusi partisipasi warga
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental melalui edukasi pencegahan stres pada masyarakat sekitar Klinik PratamaKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental melalui edukasi pencegahan stres pada masyarakat sekitar Klinik Pratama
SARI MUTIARASARI MUTIARA Latar belakang: Program yang diusung dalam layanan psikologis ini didesain dengan menarik agar masyarakat dapat memahami pentingnya layanan ini. ProgramLatar belakang: Program yang diusung dalam layanan psikologis ini didesain dengan menarik agar masyarakat dapat memahami pentingnya layanan ini. Program
KEMENSOSKEMENSOS Data diolah menggunakan analisis regresi linear Ordinary Least Square (OLS) Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasiData diolah menggunakan analisis regresi linear Ordinary Least Square (OLS) Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasi
KEMENSOSKEMENSOS Prinsip “social virtue menjadi landasan, katalis, dan motivator pendamping dalam pengembangan keterampilan seni klien. Penelitian ini menemukan bahwaPrinsip “social virtue menjadi landasan, katalis, dan motivator pendamping dalam pengembangan keterampilan seni klien. Penelitian ini menemukan bahwa
SPPSPP Jika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapatJika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapat
SPPSPP Senam ergonomik dapat mengembalikan atau membetulkan sistem syaraf dan aliran darah serta memaksimalkan supply oksigen ke otak. Tujuan pengabdian ini adalahSenam ergonomik dapat mengembalikan atau membetulkan sistem syaraf dan aliran darah serta memaksimalkan supply oksigen ke otak. Tujuan pengabdian ini adalah
UINSAIDUINSAID Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui manajemen risiko yang dilakukan PT Amanu di era pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakanTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui manajemen risiko yang dilakukan PT Amanu di era pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan
Useful /
KEMENSOSKEMENSOS Kepemimpinan mampu menjalankan perannya dengan baik yang memfasilitasi inisiasi kerangka itu dalam bentuk penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dan panduanKepemimpinan mampu menjalankan perannya dengan baik yang memfasilitasi inisiasi kerangka itu dalam bentuk penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dan panduan
JRTTJRTT Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan melakukan uji eksperimen untuk memberikan informasi dan memvalidasi hasil uji numerik, terutama mengenai opsi beban,Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan melakukan uji eksperimen untuk memberikan informasi dan memvalidasi hasil uji numerik, terutama mengenai opsi beban,
ITKESWHSITKESWHS Rekomendasi: kegiatan Pengabdian masyarakat dapat dilakukan lebih lanjut dan perlu kerjasama lintas program. Program Kegiatan Pengabdian Kepada MasyarakatRekomendasi: kegiatan Pengabdian masyarakat dapat dilakukan lebih lanjut dan perlu kerjasama lintas program. Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
ITKESWHSITKESWHS Kelompok usia terbanyak mengalami glukosa tinggi adalah dewasa akhir 11 (33,3%). Kegiatan ini efektif sebagai upaya skrining untuk mendeteksi DM secaraKelompok usia terbanyak mengalami glukosa tinggi adalah dewasa akhir 11 (33,3%). Kegiatan ini efektif sebagai upaya skrining untuk mendeteksi DM secara