HELVETIAHELVETIA

Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )

Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis kecuali susunan saraf pusat. Klasifikasi kusta menurut WHO terdiri dari Pausibasiler (1-5 lesi kulit) dan multibasiler (> 5 lesi kulit). Seorang wanita berumur 35 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan pada wajah, badan, lengan, dan kaki sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya, kulit melepuh sekitar satu minggu yang lalu dan kemudian menjadi bercak kemerahan dengan sisik dan gatal. Terdapat juga bercak putih dan kehitaman pada punggung, lengan kiri, dan paha yang mati rasa. Keluhan nyeri dan pembesaran saraf tidak ditemukan. Sebelumnya, pasien telah mendapatkan pengobatan MDT-PB dari rumah sakit lain selama 1 bulan. Riwayat meminum obat selain MDT-PB sebelum keluhan timbul tidak ditemukan. Pemeriksaan BTA ulangan menunjukkan hasil negatif. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang. Pasien dinyatakan menderita alergi obat yang diduga karena pemakaian MDT-PB. Efek samping penggunaan dapson dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit, gangguan hematologi, hepatitis, nefritis, dan neuritis perifer. Walaupun demikian, pengobatan untuk kusta harus tetap diberikan. Penatalaksanaan yang diberikan untuk penderita PB yang alergi terhadap dapson dapat diganti dengan klofazimin dengan dosis dan jangka waktu pengobatan yang sama.

Pasien ini memenuhi tanda kardinal pada kusta, yaitu lesi hiperpigmentasi yang mati rasa sebanyak 3 buah lesi yang menunjukkan gambaran kusta pausibasiler dan tergolong kusta pausibasiler yang sedang mengalami reaksi alergi yang diduga terhadap salah satu golongan obat dalam MDT-PB, yaitu dapson.Penatalaksanaan pada pasien ini adalah pemberian paket MDT-MB tanpa pemberian dapson 100mg/hari yang terdiri dari rifampisin 600 mg/bulan, klofazimin 300 mg/bulan (diminum setiap awal bulan), dan klofazimin 50 mg/hari.Prognosis penderita secara umum baik, namun ada kemungkinan untuk terjadinya rekurensi karena obat anti-kusta atau jika ada pencetus lain yang tidak dapat diatasi.Setelah menyelesaikan pengobatan kustanya dengan teratur, diharapkan pasien sembuh dari penyakit kustanya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek samping dapson pada pasien kusta dan bagaimana penanganan yang tepat untuk pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap dapson. Selain itu, penelitian tentang alternatif pengobatan kusta yang efektif dan aman bagi pasien yang alergi terhadap dapson juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, studi tentang mekanisme kerja dapson dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya dalam pengobatan kusta juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.

Read online
File size595.5 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test