UMBJMUMBJM

Borneo Pharmaceutical Sciences and Research (BPSR)Borneo Pharmaceutical Sciences and Research (BPSR)

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan berkelanjutan sehingga harus mempertimbangkan efektivitas biaya. Salah satu pendekatan utama dalam pengobatan adalah penggunaan obat antidiabetes oral yang bertujuan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi kombinasi obat antidiabetes oral pada pasien DM tipe 2 di RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Metode penelitian ini bersifat analitik non-eskperimental dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien rawat jalan DM tipe 2 periode Januari-Desember 2024. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA) melalui perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Metformin 500 mg – Acarbose 100 mg (kelompok A) memiliki efektivitas tertinggi sebesar 84,21% dengan biaya rata-rata Rp. 237.251,58 ± Rp. 20.682 dan memiliki nilai ICER terkecil yaitu Rp. 3.383. Berdasarkan perhitungan metode analisis ACER dan ICER, terapi Metformin 500 mg – Acarbose 100 mg dinilai paling cost- effective dan direkomendasikan sebagai pilihan terapi.

Terapi kombinasi Metformin 500 mg – Acarbose 100 mg (kelompok A) merupakan pilihan terapi yang paling cost-effective.Kombinasi ini memiliki efektivitas tertinggi sebesar 84,21% dan nilai ICER paling rendah sebesar Rp.Kombinasi kelompok A direkomendasikan sebagai pilihan terapi dalam mencapai target pengendalian glukosa darah.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi kombinasi antidiabetes oral, serta bagaimana faktor-faktor ini berkontribusi pada efektivitas biaya pengobatan. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas biaya terapi kombinasi antidiabetes oral dari perspektif pasien, dengan mempertimbangkan biaya tidak langsung seperti biaya transportasi dan kehilangan produktivitas. Mengingat keterbatasan data HbA1c dalam penelitian ini, studi mendatang disarankan untuk memasukkan parameter HbA1c sebagai salah satu indikator utama dalam analisis efektivitas terapi, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengendalian glikemik jangka panjang. Penelitian di masa depan juga dapat berfokus pada perbandingan efektivitas biaya antara berbagai jenis terapi kombinasi antidiabetes oral dengan mempertimbangkan karakteristik pasien yang berbeda, seperti usia, jenis kelamin, dan adanya komorbiditas lain, sehingga menghasilkan rekomendasi terapi yang lebih personal dan tepat sasaran. Selain itu, penelitian mendatang dapat menjajaki implementasi model prediktif untuk mengidentifikasi pasien yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari terapi kombinasi Metformin dan Acarbose, yang akan membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya kesehatan dan meningkatkan hasil pengobatan secara keseluruhan.

  1. #cost effectiveness analysis#cost effectiveness analysis
Read online
File size434.1 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2aO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test