MEDISTRAMEDISTRA

MEDISTRA MEDICAL JOURNAL (MMJ)MEDISTRA MEDICAL JOURNAL (MMJ)

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius, termasuk terhadap fungsi ginjal. Salah satu indikator klinis yang sering digunakan untuk menilai fungsi ginjal pada pasien DM adalah kadar kreatinin dalam serum, karena sifatnya yang stabil dan tidak dipengaruhi oleh pola makan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kadar kreatinin serum pada pasien DM tipe 2 di RSU Haji Medan sebagai upaya deteksi dini gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional. Seluruh populasi pasien DM tipe 2 yang menjalani pemeriksaan kadar kreatinin diambil sebagai sampel, dengan total 25 pasien rawat inap. Dari 25 pasien yang diteliti, sebanyak 15 orang (60%) memiliki kadar kreatinin dalam batas normal, sementara 10 orang (40%) mengalami peningkatan kadar kreatinin. Nilai rata-rata kadar kreatinin pada pasien laki-laki adalah 2,42 mg/dL, sedangkan pada pasien perempuan sebesar 0,85 mg/dL. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian pasien DM tipe 2 telah mengalami penurunan fungsi ginjal. Oleh karena itu, pemantauan kadar kreatinin secara berkala sangat penting sebagai langkah pencegahan dan pengelolaan komplikasi ginjal pada pasien diabetes.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 25 pasien dengan diagnosis DM tipe 2, diketahui bahwa sebanyak 15 orang (60%) memiliki kadar kreatinin serum dalam kisaran normal, sementara 10 orang lainnya (40%) menunjukkan peningkatan kadar kreatinin yang mengindikasikan kemungkinan gangguan fungsi ginjal.Adapun nilai rata-rata kadar kreatinin pada pasien laki-laki tercatat sebesar 2,42 mg/dL, sedangkan pada pasien perempuan sebesar 0,85 mg/dL.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan populasi yang lebih besar dan beragam, termasuk pasien DM tipe 2 dari berbagai usia dan jenis kelamin. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kreatinin, seperti massa otot, aktivitas fisik, dan asupan protein. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara kadar kreatinin dan fungsi ginjal pada pasien DM tipe 2, serta dikembangkan strategi pencegahan dan pengelolaan komplikasi ginjal yang lebih efektif.

Read online
File size134.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test