LSPRLSPR

Journal of Communication and Public RelationsJournal of Communication and Public Relations

Pandemi COVID‑19 memaksa perubahan paradigma komunikasi krisis pemerintah, dari gaya perintah atas ke kerangka partisipatif yang melibatkan warga. Melalui metode studi kasus tunggal, penelitian kualitatif ini mengevaluasi efektivitas integrasi Community‑Based Participatory Research (CBPR) dengan Teori Two‑Step Flow dalam mengurangi kekhawatiran vaksin selama PPKM Level 4 di Kecamatan Sumur Bandung (Agustus Licensing). Pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan sebelas pemangku kepentingan, serta peninjauan dokumen resmi diverifikasi melalui triangulasi data dan member‑checking. Hasil हैं menodai bahwa beban operasional wabah di Puskesmas menciptakan hambatan kenyamanan; hambatan tersebut berkurang lewat aliansi lintas sektor antara pemerintah kabupaten, militer‑polis, dan pemimpin opini lokal (ulama, kader PKK, dan kelompok etnis). Selain itu, CBPR menggantikan komunikasi satu arah dengan dialog simetris, meningkatkan kepercayaan, dan mempromosikan kepatuhan kesehatan secara internal. Penelitian ini memperkaya literatur komunikasi krisis di negara berkembang dengan menggabungkan metode partisipatif dan jalur dua langkah, sekaligus menawarkan kerangka kerja praktis bagi penguatan respons publik di masa darurat kesehatan di masa depan.

Studi ini mengonfirmasi bahwa manajemen krisis kesehatan di tingkat lokal tidak dapat bergantung pada model komunikasi linear berpusat perintah.Kebijakan kaku seperti mandatori sertifikat vaksinasi berhasil menekan kepatuhan administratif, namun gagal menciptakan perilaku kesehatan internal.Hambatan operasional Puskesmas dan kepercayaan institusi yang menurun mempertegas keterbatasan komunikasi top‑down.Untuk hugely membantu, penggabungan CBPR dengan teori Two‑Step Flow dapat memecahkan huru‑huru komunikasi dan memfasilitasi integrasi opini lokal sebagai filter dan penerjemah pesan makro menjadi narasi yang lebih relevan dan dapat diterima.Implementasi kerangka kerja partisipatif ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam partisipasi vaksin secara komunitas dan mencapai target kek Retirement.

Para peneliti berikutnya dapat memfokuskan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang intervensi CBPR pada tingkat kepatuhan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Selanjutnya, eksplorasi integrasi media digital dengan peran pemimpin opini dapat mengidentifikasi pola penyebaran infodemia dan efektivitas penanganannya. Akhirnya, penelitian terpadu yang menggabungkan data real‑time operasi lapangan dengan analisis sentimen dapat menghasilkan model prediktif untuk merespons cepat terhadap resistensi vaksin di komunitas multikultural.

Read online
File size731.3 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test