IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial IndonesiaJIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial IndonesiaPembelajaran dalam kelas IX, terutama pada mata pelajaran IPS, dianggap membosankan oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together untuk meningkatkan sikap kerja sama peserta didik kelas IX di MTs Miftaahul Uluum Sutojayan Blitar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together efektif meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, meningkatkan kerja sama dengan peserta didik lain, menumbuhkan perasaan bahagia dalam proses pembelajaran, dan memotivasi peserta didik untuk belajar dengan tekun.
Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together efektif meningkatkan sikap kerja sama peserta didik kelas IX pada mata pelajaran IPS di MTs Miftaahul Uluum Sutojayan Blitar.Model ini mendorong peserta didik untuk berpikir secara baik, meningkatkan motivasi belajar, dan menumbuhkan nilai-nilai gotong royong serta saling berbagi pengetahuan.Faktor pendukung penerapan model ini adalah keaktifan peserta didik dan tenaga pendidik, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran peserta didik dan sumber belajar yang kurang memadai.Keefektifan model ini terlihat dari meningkatnya kemampuan berpikir peserta didik dan tumbuhnya motivasi belajar.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dengan tema-tema lain di mata pelajaran IPS. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana model ini dapat diterapkan pada topik-topik IPS yang berbeda dan mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan kerja sama dan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak jangka panjang dari penerapan model ini terhadap prestasi akademik dan keterampilan sosial peserta didik. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas model Numbered Head Together dengan model pembelajaran kooperatif lainnya dalam meningkatkan kerja sama dan motivasi belajar peserta didik.
| File size | 470.03 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANPOLBAN Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiPermasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
UNSURUNSUR Untuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa harus termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Karena hasil belajar akan optimal jika siswa termotivasi dariUntuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa harus termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Karena hasil belajar akan optimal jika siswa termotivasi dari
UNISAPUNISAP Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalamMetode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalam
IAINIAIN Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development /R&D) dengan tujuan menghasilkan produk baru untuk meningkatkan efektivitasPenelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development /R&D) dengan tujuan menghasilkan produk baru untuk meningkatkan efektivitas
UNIMEDUNIMED Selain peningkatan keaktifan, siswa mulai mampu menerapkan konsep dalam pemecahan masalah kontekstual secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaanSelain peningkatan keaktifan, siswa mulai mampu menerapkan konsep dalam pemecahan masalah kontekstual secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan
UNDIKSHAUNDIKSHA Fenomena konflik yang muncul dan hilang akibat perbedaan membuat perlu dikaitkan dengan proses pendidikan dari orang tua kepada anak. Keterampilan mengasuhFenomena konflik yang muncul dan hilang akibat perbedaan membuat perlu dikaitkan dengan proses pendidikan dari orang tua kepada anak. Keterampilan mengasuh
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengambilan data dilakukan dengan soal tes pemahaman konsep dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa subjek berkemampuan tinggiPengambilan data dilakukan dengan soal tes pemahaman konsep dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa subjek berkemampuan tinggi
AHMARAHMAR Subjek dengan kemampuan matematika sedang mampu menggunakan simbol dan istilah matematika dengan baik, tetapi kurang mampu menggambarkan dan menyatakanSubjek dengan kemampuan matematika sedang mampu menggunakan simbol dan istilah matematika dengan baik, tetapi kurang mampu menggambarkan dan menyatakan
Useful /
KALBISKALBIS Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, yang dikenal sebagai komunitas adatKegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, yang dikenal sebagai komunitas adat
KALBISKALBIS Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dicapai, disarankan beberapa hal sebagai berikut. Diharapkan dapat menjaga konsistensi praktik produksi konten secaraBerdasarkan hasil kegiatan yang telah dicapai, disarankan beberapa hal sebagai berikut. Diharapkan dapat menjaga konsistensi praktik produksi konten secara
KALBISKALBIS Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Sekolah Menengah KejuruanPelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
UnijoyoUnijoyo Synergy among artisan communities, educational institutions, government, and creative industries is required to foster a sustainable learning ecosystem.Synergy among artisan communities, educational institutions, government, and creative industries is required to foster a sustainable learning ecosystem.