UNITAUNITA

PublicianaPubliciana

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Revitalisasi Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis data. Penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Pasar Pon belum sepenuhnya memenuhi tujuan awal, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Efektivitas yang rendah akibat penurunan pengunjung meskipun kondisi fisik pasar memenuhi standar kelayakan, Efisiensi tidak optimal karena investasi yang besar tidak sebanding dengan perputaran pedagang dan hunian kios, Kecukupan menunjukkan fasilitas infrastruktur yang memadai dalam kuantitas, tetapi gagal kualitasnya karena banyak fasilitas tidak dapat digunakan dengan baik, keadilan yang adil melalui akses fasilitas yang sama dan pungutan yang proporsional, tetapi responsivitas masih rendah karena tidak ada solusi jangka panjang untuk keluhan trader. Meskipun revitalisasi Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek telah berhasil meningkatkan infrastruktur fisik dan pemerataan sesuai dengan Perpres No. 112/2007, penyuluhan sumber daya manusia dan strategi pengelolaan berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini terbatas pada metode kualitatif deskriptif dengan data primer dari observasi, wawancara dan analisis di Pasar Pon Trenggalek, sehingga terdapat kekurangan data kuantitatif jangka panjang seperti data survei omzet. Studi ini mengevaluasi revitalisasi Pasar Pon Trenggalek menggunakan model William Dunn, mengidentifikasi keberhasilan parsial dalam hal infrastruktur fisik dan akses ekonomi yang merata, meskipun ada tantangan implementasi jangka panjang. Dengan ini, rekomendasi dari peneliti berupa optimalisasi sumber daya manusia, penguatan promosi pasar, dan kolaborasi multisektoral untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan serta pembahasan yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa Evaluasi Kebijakan Revitalisasi Pasar Pon belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berdasarkan lima indikator teori William Dunn.Efektivitas kebijakan ini rendah, dilihat dari transformasi yang sukses (penataan kios berbasis lantai 1 dan 2, standar bangunan Gedung hijau) namun gagal meningkatkan daya saing pasar akibat penurunan pengunjung.Pada tingkat Efisiensi juga kurang optimal karena walaupun waktu pelaksanaan sesuai target akan tetapi, output ekonomi tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.Kecukupan sarana dan prasarana memadai secara kuantitas, akan tetapi gagal pada kualitas akibat banyaknya fasilitas yang tidak dapat digunakan semestinya yang menjadi penghambat pemanfaatan oleh pedagang maupun pengunjung.Pemerataan cukup baik melalui distribusi fasilitas yang adil dan reitribusi proporsional sesuai Perbup No 2/2021, dengan penertiban kios tidak aktif sebagai langkah keadilan bagi pedagang aktif.Dan tingkat Responsivitas pemerintah dinilai belum memuaskan karena tanggapan terhadap keluhan pedagang terkait kondisi pasar saat ini belum memunculkan strategi yang mampu menjadi solusi jangka panjang.

Untuk meningkatkan efektivitas revitalisasi pasar, diperlukan kolaborasi strategis dengan pihak ketiga untuk pengelolaan dan pengisian kios, seperti kemitraan dengan koperasi UMKM Trenggalek, startup ritel lokal, dan program magang pedagang muda melalui sistem bagi hasil transparan. Selain itu, perlu ada keseimbangan strategi manajemen pasca-revitalisasi, termasuk pelatihan pedagang digital dan kampanye Pasar Pon Modern untuk meningkatkan preferensi masyarakat. Implementasi teknologi dalam transaksi jual beli di pasar pon juga perlu dipertimbangkan, dengan mengintegrasikan QRIS untuk meningkatkan efisiensi dan responsibilitas terhadap kemajuan teknologi. Selain itu, perlu diadakan event setiap akhir pekan, termasuk promosi kuliner dan kolaborasi dengan influencer, dengan tujuan agar pasar lebih dikenal oleh masyarakat luar. Terakhir, diperlukan pembentukan tim untuk memantau dan memperbaiki secara serius fasilitas pasar pon agar lebih menarik pengunjung.

Read online
File size88.32 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test