STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit kronis yang membutuhkan kepatuhan tinggi terhadap pengobatan untuk mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat adalah Health Locus of Control (HLOC), yaitu keyakinan individu tentang kontrol kesehatan yang berasal dari faktor internal, eksternal, atau keberuntungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan HLOC dengan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian kuantitatif descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional, Sampel dalam penelitian berjumlah 224 pasien DM tipe 2 dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Multidimensional Health Locus of Control (MHLC) untuk HLOC dan Medication Adherence Rating Scale (MARS) untuk kepatuhan minum obat. Data dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikan α=0,05. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara HLOC dan kepatuhan minum obat (p=0,000) dengan korelasi positif (ɸ = 0,429). Pasien dengan HLOC tinggi lebih patuh dalam minum obat. Oleh karena itu, edukasi yang mendukung kontrol internal pasien serta peran aktif tenaga kesehatan dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan jangka panjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Health Locus of Control (HLOC) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah, Aceh Besar.Dimensi IHLC dan PHLC memiliki hubungan positif dengan kepatuhan minum obat (p=0,000), sedangkan dimensi CHLC tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,153).Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang percaya pada kendali diri dan dukungan tenaga kesehatan atau keluarga lebih patuh menjalani pengobatan, sementara keyakinan pada keberuntungan tidak memengaruhi kepatuhan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran dukungan sosial dari keluarga dan teman dalam memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2, dengan mempertimbangkan faktor sosiodemografi dan tingkat pendidikan pasien. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan keyakinan HLOC pasien, dengan tujuan meningkatkan kontrol internal dan motivasi untuk patuh minum obat. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor jangka panjang yang memengaruhi perubahan HLOC dan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2, serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang berkelanjutan dalam meningkatkan hasil pengobatan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2, serta mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. Hubungan Health Locus Of Control Dengan Self-Care Behavior Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 | Surya Medika:... doi.org/10.32504/sm.v18i1.768Hubungan Health Locus Of Control Dengan Self Care Behavior Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Surya Medika doi 10 32504 sm v18i1 768
  2. R RELATIONSHIP OF HEALTH LOCUS OF CONTROL TO THE COMPLIANCE LEVEL OF GYMIC CONTROL IN PATIENTS WITH TYPE... ejurnal.unism.ac.id/index.php/JNI/article/view/208R RELATIONSHIP OF HEALTH LOCUS OF CONTROL TO THE COMPLIANCE LEVEL OF GYMIC CONTROL IN PATIENTS WITH TYPE ejurnal unism ac index php JNI article view 208
  3. HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KEPATUHAN TERAPI INSULIN PADA PASIEN DM TIPE II DI RSU GMIM PANCARAN... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/25225HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KEPATUHAN TERAPI INSULIN PADA PASIEN DM TIPE II DI RSU GMIM PANCARAN ejournal unsrat ac index php jkp article view 25225
Read online
File size269.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test