STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Pengembangan obat merupakan proses yang kompleks, memerlukan biaya tinggi, waktu yang panjang, serta memiliki tingkat kegagalan yang signifikan pada setiap tahapan penelitian hingga uji klinis. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses drug discovery dan drug repurposing melalui analisis data biologis, kimia, dan klinis dalam skala besar. Artikel ini bertujuan untuk mengulas perkembangan terkini pemanfaatan AI dalam penemuan dan reposisi obat, mengevaluasi kontribusinya pada berbagai tahapan pengembangan obat, serta mengidentifikasi tantangan implementasinya dalam bidang farmasi.

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi teknologi penting dalam mentransformasi proses drug discovery dan drug repurposing melalui peningkatan kecepatan, efisiensi, dan akurasi pada berbagai tahapan pengembangan obat, mulai dari identifikasi target, virtual screening, lead optimization, prediksi ADMET, hingga drug repurposing.Integrasi machine learning, deep learning, dan generative AI memungkinkan proses penemuan kandidat obat dilakukan secara lebih sistematis dibandingkan pendekatan konvensional.Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan, seperti kualitas data, bias algoritma, keterbatasan interpretabilitas model, serta perlunya validasi eksperimental dan dukungan regulasi.Oleh karena itu, kolaborasi multidisiplin dan pengembangan teknologi AI yang lebih transparan dan andal menjadi kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatannya.Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, AI diperkirakan akan menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan obat yang lebih efektif, efisien, dan mendukung implementasi precision medicine di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model AI yang lebih transparan dan dapat dijelaskan (explainable AI) untuk meningkatkan kepercayaan dan penerimaan pengguna. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai integrasi AI dengan teknologi omics, high-throughput screening, dan virtual screening untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam identifikasi kandidat obat. Terakhir, penelitian tentang penerapan AI dalam desain molekul de novo dan optimasi multiobjektif dapat menjadi arah studi yang menjanjikan untuk mendorong percepatan inovasi obat pada dekade mendatang.

Read online
File size250 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test