STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Identifikasi metabolit sekunder pada daun, batang, dan akar Fibraurea chloroleuca Miers dilakukan melalui ekstraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan uji warna dan analisis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil uji warna dan GC-MS menunjukkan bahwa daun dan batang mengandung flavonoid, saponin, steroid, dan tanin, sedangkan akar mengandung flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin.

Pada identifikasi metabolit sekunder, dapat di simpulkan bahwa pada sampel dari daun tumbuhan akar kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) terdapat senyawa flavanoid, saponin, steroid dan tanin.Pada identifikasi metabolit sekunder, dapat di simpulkan bahwa pada sampel dari batang tumbuhan akar kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) terdapat senyawa flavanoid, saponin, steroid dan tanin.Pada identifikasi metabolit sekunder, dapat disimpulkan bahwa pada sampel dari akar kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) terdapat senyawa flavanoid, saponin, triterpenoid dan tanin.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek metode ekstraksi berbeda terhadap profil metabolit sekunder Fibraurea chloroleuca Miers. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi aktivitas farmakologis senyawa flavonoid dan terpenoid yang ditemukan. Penelitian juga dapat fokus pada pengaruh faktor lingkungan terhadap produksi metabolit sekunder pada tanaman ini, serta analisis genetik untuk memahami mekanisme biosintesis senyawa aktif.

Read online
File size108.91 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test