ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

JAF: Journal of Agricultural and FarmingJAF: Journal of Agricultural and Farming

Efisiensi rantai pasok pangan merupakan faktor krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, rantai pasok yang efisien menjadi kunci untuk memastikan distribusi pangan yang merata, harga yang stabil, serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperbaikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan petani, distributor, dan pelaku industri pangan, serta data sekunder dari laporan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Analisis dilakukan menggunakan metode Supply Chain Performance (SCP) dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi pada setiap tahap rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur logistik yang terbatas, ketidakseimbangan antara produksi dan distribusi, serta rendahnya adopsi teknologi digital dalam proses manajemen rantai pasok. Namun, hasil analisis juga mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital (seperti IoT, blockchain, dan big data analytics) serta penguatan kemitraan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok. Kesimpulannya, transformasi digital dan kebijakan integratif lintas sektor menjadi solusi strategis untuk mewujudkan rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia.

Efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia masih berada pada tingkat moderat dengan rata-rata skor efisiensi sebesar 0,78 berdasarkan hasil Data Envelopment Analysis (DEA).Faktor utama yang berkontribusi terhadap ketidakefisienan meliputi infrastruktur logistik yang terbatas, kehilangan pascapanen yang tinggi, koordinasi rendah antar pelaku rantai pasok, dan adopsi teknologi digital yang masih terbatas.Penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi rantai pasok pangan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga mencakup dimensi kelembagaan, sosial, dan kebijakan publik.Untuk mencapai efisiensi yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup penguatan sistem logistik, pengurangan kehilangan pangan, dan peningkatan kapasitas digital bagi seluruh pelaku rantai pasok.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penerapan Internet of Things (IoT) pada skala petani kecil untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan pengurangan kehilangan pascapanen. Selain itu, evaluasi penggunaan blockchain dalam memperkuat transparansi rantai dingin (cold chain) untuk komoditas hortikultura yang rentan kerusakan menjadi arah studi baru. Terakhir, analisis kebijakan insentif yang dapat mendorong kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk mempercepat adopsi teknologi digital dalam manajemen rantai pasok pangan.

  1. Efisiensi Rantai Pasok Pangan di Indonesia: Tantangan dan Solusi | JAF: Journal of Agricultural and Farming.... doi.org/10.58738/JAF.v3i1.1063Efisiensi Rantai Pasok Pangan di Indonesia Tantangan dan Solusi JAF Journal of Agricultural and Farming doi 10 58738 JAF v3i1 1063
  2. Blockchain in the Food Supply Chain: A Literature Review and Bibliometric Analysis | Spektrum Industri.... doi.org/10.12928/si.v23i1.302Blockchain in the Food Supply Chain A Literature Review and Bibliometric Analysis Spektrum Industri doi 10 12928 si v23i1 302
Read online
File size272.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test