NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Penamas: Journal of Community ServicePenamas: Journal of Community Service

Mahasiswa tingkat I Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Padang sering menghadapi kecemasan vokasional dan pola pikir tetap yang pesimis mengenai kesesuaian karakter pribadi mereka dengan peran promotor kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan konsep diri mahasiswa melalui program pemetaan potensi psikologis berbasis asesmen mandiri menggunakan Kuesioner Minat Vokasional RIASEC dan Inventori Kepribadian TIPI. Kegiatan dilaksanakan melalui asesmen digital terhadap 130 mahasiswa baru dan dilanjutkan dengan seminar psikoedukasi interaktif. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tipe Social mendominasi profil minat vokasional mahasiswa (40,0%), diikuti tipe Investigative (26,9%), yang mencerminkan keselarasan kuat dengan tuntutan kompetensi promotor kesehatan. Profil kepribadian menunjukkan skor tertinggi pada dimensi Conscientiousness dan Agreeableness. Evaluasi dampak menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman mahasiswa mengenai lima profil utama lulusan promotor kesehatan. Sebanyak 99,1% peserta menyatakan kegiatan ini berhasil memperkuat keyakinan diri terhadap tuntutan profesi. Kesimpulannya, intervensi pemetaan minat dan kepribadian secara terpadu terbukti efektif mengoptimalkan konsep diri mahasiswa.

Berdasarkan hasil evaluasi dan pembahasan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa program pemetaan potensi psikologis menggunakan kombinasi Kuesioner Minat Vokasional RIASEC (RIASEC) dan Inventori Kepribadian TIPI terbukti efektif dalam mengoptimalkan struktur konsep diri mahasiswa baru secara positif.Intervensi berupa seminar psikoedukasi interaktif berhasil meruntuhkan pola pikir tetap yang pesimis (fixed mindset) serta merekonstruksi pemahaman peran profesional mahasiswa sebagai calon promotor kesehatan.Hal ini ditunjukkan oleh lonjakan kuantitatif pengetahuan partisipan mengenai lima profil utama lulusan (edukator, fasilitator, penggerak, advokat, dan komunikator) dari yang semula hanya sebesar 31,8% pada tes awal menjadi 72,5% (pertumbuhan pemahaman sebesar 40,7%).Selain itu, mayoritas mahasiswa (99,1%) memberikan respons positif terhadap kebermanfaatan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman diri tentang peran profesi promotor kesehatan.

Berdasarkan temuan kegiatan pengabdian ini, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal dengan desain kelompok kontrol untuk memperkuat validitas temuan dan mengukur dampak jangka panjang terhadap keselarasan karier. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan intervensi terstruktur untuk mengatasi hambatan dalam komunikasi publik yang diidentifikasi melalui skor Extraversion yang relatif rendah. Ketiga, institusionalisasi program pemetaan potensi ke dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan sistem bimbingan akademik dapat menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan data profil minat dan kepribadian secara berkelanjutan dalam merancang intervensi karier yang presisi. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya optimalisasi konsep diri dan kesiapan karier mahasiswa di bidang promosi kesehatan.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10648-021-09600-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10648 021 09600 1
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/bul0000140APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 bul0000140
Read online
File size448.93 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test