UNARUNAR

Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, khususnya pada industri manufaktur seperti fabrikasi baja yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan program K3 dengan kecelakaan kerja pada PT. X Divisi Fabrikasi Baja. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diambil secara total sampling pada PT X Divisi Fabrikasi Baja pada tahun 2025. Data yang didapatkan berupa data primer melalui persebaran form kuesioner pada pekerja pada PT X Divisi Fabrikasi Baja. Hasil penelitian dari sejumlah 73 responden laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 16 hingga 59 tahun, dan melakukan perhitungan hasil dengan uji lambda diperoleh nilai lambda sebesar 0,310 dengan nilai signifikansi 0,005, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mampu mengurangi ketidaktentuan dalam memprediksi kecelakaan kerja sebesar 31,0%. Terdapat pengaruh antara pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan terjadinya kecelakaan kerja di PT X Divisi Fabrikasi Baja.

Penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pelaksanaan program K3 dan jumlah kecelakaan kerja di Divisi Fabrikasi Baja PT X.Penerapan K3 yang baik cenderung menghasilkan lebih sedikit kecelakaan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji Lambda yang mengindikasikan bahwa frekuensi penerapan K3 memengaruhi kejadian kecelakaan kerja.Oleh karena itu, perusahaan perlu terus berupaya meningkatkan pelaksanaan program K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dalam pelaksanaan program K3 yang paling berpengaruh terhadap penurunan angka kecelakaan kerja, misalnya dengan menganalisis efektivitas pelatihan K3, inspeksi keselamatan, atau penyediaan alat pelindung diri (APD). Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat kecelakaan kerja di PT X dengan perusahaan fabrikasi baja lainnya yang memiliki program K3 yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman pekerja terkait program K3, serta untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam implementasi program K3 di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan efektivitas program K3 dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi para pekerja.

Read online
File size307.23 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test