NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Penamas: Journal of Community ServicePenamas: Journal of Community Service

Limbah minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, namun memiliki nilai ekonomi jika diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Kadipiro, Dusun Manunggal, dan Dusun Cidelaras, Desa Karangengah, Kabupaten Semarang, dengan sasaran ibu rumah tangga, anggota PKK, dan kelompok perempuan. Metode yang digunakan adalah Participatory Training and Economic Empowerment (PTEE) melalui tahapan observasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi menggunakan observasi praktik serta kuesioner. Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta mampu mempraktikkan pembuatan lilin aromatik secara mandiri setelah pelatihan, yang menunjukkan peningkatan keterampilan peserta. Program ini berhasil meningkatkan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pengurangan limbah rumah tangga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik dari limbah minyak jelantah berhasil dilaksanakan di Dusun Kadipiro, Dusun Manunggal, dan Dusun Cidelaras, Desa Karangengah, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan 85 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, anggota PKK, dan kelompok perempuan.Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kehadiran peserta mencapai 100% yang menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.Melalui pendekatan Participatory Training and Economic Empowerment (PTEE), kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran lingkungan, dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatik sebagai produk bernilai tambah.Luaran kegiatan meliputi meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga, terbentuknya keterampilan pembuatan lilin aromatik, serta dihasilkannya produk lilin aromatik sebagai alternatif pemanfaatan limbah yang memiliki nilai ekonomi.

Saran pertama adalah mengkaji pengaruh variasi bahan baku lokal seperti minyak esensial alternatif terhadap kualitas dan daya tarik lilin aromatik. Kedua, mengevaluasi dampak jangka panjang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui model bisnis berbasis limbah minyak jelantah di tingkat desa. Ketiga, mengembangkan strategi pemasaran produk lilin aromatik dengan memanfaatkan platform digital dan kerja sama dengan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini dapat menggabungkan pendekatan partisipatif dengan analisis ekonomi sirkular untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas solusi.

  1. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan lilin dari limbah minyak jelantah sebagai produk... journal.nurscienceinstitute.id/index.php/penamas/article/view/3459Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan lilin dari limbah minyak jelantah sebagai produk journal nurscienceinstitute index php penamas article view 3459
  2. Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi | Kenarni | Jurnal Bina Desa. pemanfaatan... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jurnalbinadesa/article/view/39225Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Kenarni Jurnal Bina Desa pemanfaatan journal unnes ac nju index php jurnalbinadesa article view 39225
  3. Pelatihan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah Untuk Pemberdayaan dan Ekonomi Sirkular | Journal... comdev.pubmedia.id/index.php/comdev/article/view/1381Pelatihan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah Untuk Pemberdayaan dan Ekonomi Sirkular Journal comdev pubmedia index php comdev article view 1381
Read online
File size412.87 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test