PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Lilin aromaterapi merupakan alternatif penerapan aromaterapi melalui inhalasi, menghasilkan aroma yang memberikan efek terapeutik saat dibakar. Lilin ini berfungsi sebagai obat alternatif, hiasan, dan pewangi ruangan. Tujuan pembuatan lilin aromaterapi adalah untuk meningkatkan dekorasi rumah sekaligus mendukung aroma lingkungan hidup yang sehat melalui proses terapeutik. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menguji sifat fisik lilin aromaterapi menggunakan kombinasi asam stearat dan aditif (kopi). Bahan alami yang dapat digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi antara lain ampas kopi. Pengujian sifat fisik meliputi uji organoleptik, uji lama pembakaran, uji ketinggian nyala api, dan uji titik leleh. Hasil terbaik untuk asam stearat diperoleh pada 6 gram di sampel 1 dengan 30 gram ampas kopi. Hasil terbaik untuk ketinggian nyala api adalah 2 gram di sampel 1 dengan 10 gram ampas kopi, dan hasil terbaik uji titik leleh diperoleh pada 30 gram ampas kopi dengan titik leleh 50–58°C. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan standar SNI untuk lilin aromaterapi.

Aditif kopi memiliki pengaruh signifikan terhadap titik leleh dan aroma dalam produksi lilin aromaterapi.Semakin tinggi titik leleh, semakin kuat aroma yang dihasilkan, dan semakin banyak ampas kopi yang digunakan, semakin intens aroma yang dihasilkan.Komposisi rasio asam stearat dan parafin juga memengaruhi ketinggian dan ukuran nyala api.Ketinggian nyala api yang berlebihan tidak baik karena dapat menghasilkan asap yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga penting untuk mengatur komposisi dan kondisi pembakaran agar lilin aromaterapi berfungsi secara optimal dan aman.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efek kesehatan jangka panjang dari inhalasi uap lilin aromaterapi berbahan ampas kopi, terutama terkait kandungan partikulat dan potensi iritasi pernapasan. Kedua, studi bisa dikembangkan untuk menguji variasi jenis minyak atsiri alami yang dipadukan dengan ampas kopi, guna mengetahui kombinasi terbaik dalam meningkatkan efek terapeutik seperti relaksasi atau peningkatan fokus. Ketiga, diperlukan penelitian tentang daya tahan aroma dan efisiensi pembakaran pada berbagai rasio parafin, asam stearat, dan ampas kopi dalam kondisi ruangan yang berbeda, seperti kelembapan dan sirkulasi udara, agar diperoleh formula yang lebih stabil dan efektif secara lingkungan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan produk lilin aromaterapi berkelanjutan yang tidak hanya memanfaatkan limbah, tetapi juga optimal dari segi kesehatan, kenyamanan, dan kinerja. Selain itu, pendekatan ilmiah terhadap kualitas udara dalam ruangan pascapenggunaan lilin sangat penting untuk menjamin keamanan pengguna. Eksplorasi terhadap sumber minyak atsiri lokal juga dapat mendukung keberlanjutan dan nilai ekonomi lokal. Dengan formula yang tepat, lilin aromaterapi berbasis limbah kopi dapat menjadi solusi inovatif bagi masalah limbah sekaligus produk kesehatan rumahan. Studi lebih lanjut dapat melibatkan uji klinis sederhana terhadap respons subyek terhadap aroma campuran ini. Dengan pendekatan multidisiplin, penelitian ini bisa berkembang menjadi solusi nyata untuk ekonomi sirkular di sektor rumah tangga. Fokus pada parameter kuantitatif akan memperkuat validitas temuan sebelumnya.

Read online
File size155.06 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test