STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal KebidananJurnal Kebidanan

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesehatan reproduksi dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektivitas tinggi adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Pentingnya penggunaan metode nonfarmakologis dalam manajemen nyeri sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang holistik dan berpusat pada pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas aroma terapi lavender untuk mengurangi rasa nyeri saat pemasangan AKDR di Desa Bangsri, Karangpandan, Karanganyar. Desain penelitian ini quasi eksperimen dengan 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (ibu dengan pemasangan AKDR tanpa diberikan aroma terapi lavender) dan kelompok perlakuan (ibu dengan pemasangan AKDR dengan diberikan aroma terapi lavender). Teknik Sampling yang digunakan adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia produktif yang melakukan pemasangan AKDR pada bulan Juli – Agustus 2025 sejumlah 20 aseptor AKDR bertempat di aula Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan, Karanganyar dalam kegiatan safari KB. Nilai rata-rata tingkat nyeri pada kelompok kontrol sebesar 7,10 yang termasuk dalam kategori nyeri berat, sedangkan pada kelompok intervensi sebesar 4,20 yang termasuk dalam kategori nyeri sedang. Analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat mengguanakan uji paired sample T-test di peroleh nilai signifikan p-value sebesar 0,000 (p<0,05), kesimpulan: bahwa pemberian aroma terapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri.

Aroma terapi lavender secara signifikan mengurangi intensitas nyeri pada pemasangan AKDR.Pada kelompok intervensi rata‑rata skor nyeri menurun dari 7,10 menjadi 4,20 (p < 0,05).Hal ini menunjukkan bahwa terapi non‑farmakologis dapat menjadi alternatif aman untuk manajemen nyeri pada prosedur KB.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efek variasi konsentrasi dan dosis minyak lavender terhadap penurunan nyeri pada pemasangan AKDR untuk menentukan dosis optimal yang paling efektif; selanjutnya, perbandingan langsung antara aroma terapi lavender dengan intervensi non‑farmakologis lain seperti terapi musik atau visualisasi terpandu dapat memberikan wawasan tentang pendekatan paling efisien dalam mengelola nyeri selama prosedur KB; akhirnya, penelitian dengan desain acak terkontrol dan sampel yang lebih besar dapat mengevaluasi dampak jangka panjang aroma terapi lavender terhadap tingkat kecemasan, kepuasan pasien, dan potensi efek samping, sehingga memperkuat bukti penggunaan terapi ini dalam praktik klinis kebidanan.

Read online
File size332.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test