MES BOGORMES BOGOR

Sci-tech JournalSci-tech Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) pada pasien pasca operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) akibat fraktur pada ekstremitas bawah. Penelitian dilakukan secara studi kasus pada dua pasien: seorang pasien dewasa dengan fraktur tulang tibia kanan dan seorang lansia dengan fraktur intertrochanter tulang femur kiri. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, serta penggunaan lembar pengkajian standar ERAS seperti Visual Analog Scale (VAS), kuesioner kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan lembar observasi mobilisasi dini. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ERAS mampu menurunkan skala nyeri dari VAS 5 menjadi 2 dalam 24 jam pertama, mempercepat mobilisasi dini dari duduk hingga berdiri dalam waktu kurang dari 1 hari, serta menurunkan tingkat kecemasan pasien. Pembahasan mengacu pada protokol ERAS yang menekankan pada manajemen nyeri multimodal, mobilisasi dini, dan edukasi pasien. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa ERAS efektif meningkatkan pemulihan fisik dan psikologis pasien diterapkan pada pasien post ORIF terutama untuk mengontrol nyeri, meningkatkan mobilisasi dan menurunkan kecemasan.

Penerapan protokol ERAS pada pasien pasca operasi ORIF terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien.Pendekatan terintegrasi dari fase preoperatif, intraoperatif, hingga postoperatif memungkinkan manajemen nyeri yang lebih baik, mobilisasi dini yang aman, serta penurunan kecemasan secara signifikan.Peran perawat dalam implementasi protokol ERAS sangat krusial untuk mendukung pemulihan holistik pasien ortopedi pasca pembedahan.

Pertama, perlu penelitian dengan desain kohort atau eksperimen yang melibatkan lebih banyak pasien untuk menguji konsistensi efektivitas protokol ERAS pada pasien ORIF dengan berbagai usia dan status komorbiditas, guna memperkuat generalisasi temuan dari studi kasus ini. Kedua, perlu dikembangkan penelitian tentang implementasi sistem monitoring digital yang terintegrasi dengan rekam medis elektronik untuk mengevaluasi real-time kepatuhan terhadap protokol ERAS dan dampaknya terhadap respons nyeri, kecemasan, dan progres mobilisasi pasien pasca-ORIF. Ketiga, penting untuk meneliti model edukasi pasien berbasis multimedia interaktif yang dirancang khusus untuk pasien lanjut usia dengan fraktur femur, untuk mengevaluasi apakah pendekatan ini lebih efektif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan keterlibatan dalam mobilisasi dini dibandingkan edukasi verbal konvensional.

  1. ERAS Implementation—Time To Move Forward : Annals of Surgery. eras time move forward annals surgery doi.org/10.1097/SLA.0000000000002720ERAS ImplementationAiTime To Move Forward Annals of Surgery eras time move forward annals surgery doi 10 1097 SLA 0000000000002720
  2. PERBANDINGAN NYERI PASCA SIRKUMSISI DENGAN ATAU TANPA PEMBERIAN LIDOKAIN-PRILOKAIN KRIM DINILAI DENGAN... doi.org/10.33369/juke.v6i2.9881PERBANDINGAN NYERI PASCA SIRKUMSISI DENGAN ATAU TANPA PEMBERIAN LIDOKAIN PRILOKAIN KRIM DINILAI DENGAN doi 10 33369 juke v6i2 9881
Read online
File size373.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test