SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATFraktur tulang rusuk merupakan cedera umum yang terjadi pada sekitar 10% pasien trauma. Manajemen awal meliputi analgesia adekuat, drainase torakostomi bila diperlukan, dan stabilisasi tulang rusuk yang semakin penting, tetapi belum ada konsensus internasional yang jelas mengenai indikasi dan seleksi pasien. Tidak ada metode atau teknik yang terbukti superior dibandingkan lainnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil internal rib fixation menggunakan plakat SHAPP. Kami melaporkan seorang wanita berusia 52 tahun yang datang ke unit gawat darurat setelah kecelakaan motor, dengan dada kanan tertabrak setang sepeda motor. Pasien mengeluhkan nyeri dada kanan berat dan nyeri saat menghirup, dengan VAS 7. Radiografi dada menunjukkan fraktur tulang rusuk posterior kanan 8, 9, 10 bagian medial, sedangkan CT dada menunjukkan fraktur linier non‑displaced pada tulang rusuk posterior kanan 7. Pengobatan awal berupa manajemen nyeri, dan pasien dipulangkan setelah tiga hari. Pada kontrol dua minggu, pasien masih merasakan nyeri dada kanan saat menghirup dan selama aktivitas dengan VAS 6. CT kedua tidak menemukan fraktur pada tulang rusuk posterior kanan 6‑7. Pasien direncanakan menjalani internal rib fixation karena nyeri yang berlanjut dan memburuk. Operasi menggunakan plakat SHAPP dilakukan, dan kondisi klinis pasien meningkat signifikan pasca operasi dengan lama rawat inap 4 hari. Pada kontrol satu bulan setelah operasi, pasien kembali beraktivitas sehari‑hari tanpa nyeri. Studi ini melaporkan bahwa fraktur tulang rusuk yang diatasi dengan internal rib fixation memungkinkan pemulihan cepat serta menghilangkan nyeri kronis yang disebabkan oleh fraktur tersebut.
Internal rib fixation menggunakan plakat SHAPP memberikan perbaikan klinis yang signifikan pada pasien dengan fraktur tulang rusuk posterior dan nyeri kronis setelah trauma dada tumpul.Prosedur ini menghasilkan pengurangan nyeri yang substansial, pemulihan stabilitas dinding dada, serta kembalinya aktivitas harian secara cepat tanpa kekambuhan gejala.Kasus ini menunjukkan bahwa stabilisasi bedah tulang rusuk dapat menjadi pilihan terapi yang efektif bagi pasien dengan nyeri persisten atau kronis akibat fraktur tulang rusuk ketika manajemen konservatif gagal, meskipun diperlukan studi lanjutan untuk menetapkan indikasi yang jelas dan pedoman standar.
Saran penelitian lanjutan: pertama, dilakukan studi kohort prospektif multi‑pusat untuk membandingkan efektivitas plakat SHAPP dengan teknik plating tradisional (misalnya plat judet atau plat U‑shaped) pada fraktur tulang rusuk posterior, dengan mengukur outcome berupa reduksi nyeri (VAS), pemulihan fungsi pernapasan, dan komplikasi peri‑operatif; kedua, diteliti pengaruh interval waktu antara cedera dan intervensi bedah (misalnya dalam 48‑72 jam versus penundaan lebih dari dua minggu) terhadap tingkat penyembuhan nyeri kronis dan mobilitas harian pada pasien yang mengalami fraktur rusuk dengan nyeri persisten; ketiga, dilakukan studi jangka panjang minimal satu tahun untuk mengevaluasi kejadian komplikasi tardif seperti kegagalan implan, malunion, atau kambuhnya nyeri pada pasien yang menjalani internal rib fixation dengan plakat SHAPP, serta membandingkannya dengan kelompok kontrol yang menerima manajemen konservatif; keempat, disarankan pula analisis biaya‑manfaat dari prosedur ini dalam konteks layanan kesehatan nasional untuk menentukan kelayakan ekonomisnya; kelima, penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang kuat untuk menyusun pedoman klinis standar mengenai indikasi, teknik, dan waktu optimal operasi stabilisasi tulang rusuk.
- Surgical Plate Fixation of Simple Rib Fractures: A Case Report | Journal of International Surgery and... doi.org/10.51559/jiscm.v2i1.22Surgical Plate Fixation of Simple Rib Fractures A Case Report Journal of International Surgery and doi 10 51559 jiscm v2i1 22
- Surgical fixation of rib fractures: how I do it. surgical fixation rib fractures it kocher journal visualized... doi.org/10.21037/jovs.2019.11.04Surgical fixation of rib fractures how I do it surgical fixation rib fractures it kocher journal visualized doi 10 21037 jovs 2019 11 04
| File size | 455.81 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Hasil uji statistik didapatkan nilai p (0,001) < α (0,05), ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan nyeri punggung pada ibu hamil sebelum dan sesudahHasil uji statistik didapatkan nilai p (0,001) < α (0,05), ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan nyeri punggung pada ibu hamil sebelum dan sesudah
JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA Hasil menunjukkan penurunan nyeri post SC selama 2 hari dari skala 5 menjadi skala 1. Manajemen nyeri teknik relaksasi napas dalam terbukti efektif untukHasil menunjukkan penurunan nyeri post SC selama 2 hari dari skala 5 menjadi skala 1. Manajemen nyeri teknik relaksasi napas dalam terbukti efektif untuk
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Literature ini secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan birth ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan. Hasil ini didukung oleh sejumlahLiterature ini secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan birth ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan. Hasil ini didukung oleh sejumlah
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Setelah intervensi selama tiga hari dengan durasi 30 menit, terdapat penurunan skala nyeri yang dirasakan dari delapan menjadi tiga (0-10). Kesimpulan:Setelah intervensi selama tiga hari dengan durasi 30 menit, terdapat penurunan skala nyeri yang dirasakan dari delapan menjadi tiga (0-10). Kesimpulan:
YMPAIYMPAI Responden penelitian adalah kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 15 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan pendekatanResponden penelitian adalah kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 15 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan pendekatan
POLITAPOLITA Simpulan: Deep back massage berpengaruh dalam mengurangi nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Tidak ada pengaruh deep back massage terhadap perbedaanSimpulan: Deep back massage berpengaruh dalam mengurangi nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Tidak ada pengaruh deep back massage terhadap perbedaan
UMLAUMLA Evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Penerapan terapi foot massage selama tiga hari selama 15-20 menitEvaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Penerapan terapi foot massage selama tiga hari selama 15-20 menit
PEDSCIJPEDSCIJ Berbagai skala penilaian telah divalidasi untuk menilai nyeri serta kenyamanan pada pasien kritis di PICU. Pemberian sedasi dan analgesik yang tepat dapatBerbagai skala penilaian telah divalidasi untuk menilai nyeri serta kenyamanan pada pasien kritis di PICU. Pemberian sedasi dan analgesik yang tepat dapat
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Data dikumpulkan melalui catatan waktu penggunaan media sosial (menggunakan aplikasi pihak ketiga) dan kuesioner Standard Social Skills Rating System (SSRS).Data dikumpulkan melalui catatan waktu penggunaan media sosial (menggunakan aplikasi pihak ketiga) dan kuesioner Standard Social Skills Rating System (SSRS).
SARI MUTIARASARI MUTIARA Sebagai respons, scoping review ini menginvestigasi program pendidikan orang tua bagi anak dengan DA, dengan tujuan merinci dan merangkum temuan utamaSebagai respons, scoping review ini menginvestigasi program pendidikan orang tua bagi anak dengan DA, dengan tujuan merinci dan merangkum temuan utama
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan, dan penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas tidur serta melakukanOleh karena itu, diperlukan penyuluhan, dan penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas tidur serta melakukan
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Penelitian ini juga menemukan tantangan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap suplementasi vitamin D, terutama di kalangan populasi dengan akses terbatasPenelitian ini juga menemukan tantangan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap suplementasi vitamin D, terutama di kalangan populasi dengan akses terbatas