UMLAUMLA
SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu KesehatanSURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu KesehatanSectio caesarea adalah proses persalinan dengan membuat sayatan pada dinding rahim untuk mengeluarkan bayi, yang merupakan tindakan medis utama untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum sectio caesarea dengan penerapan terapi foot massage untuk mengurangi nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di Ruang Anggrek RSUD dr. TC. Hillers Maumere pada Januari 2023. Sampel terdiri dari dua pasien yang dirawat minimal tiga hari. Hasil menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan utama adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik akibat prosedur operasi. Intervensi dilakukan dengan penerapan terapi foot massage selama 15-20 menit setiap hari, disertai observasi skala nyeri dan tanda-tanda vital. Evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi.
Penerapan terapi foot massage selama tiga hari selama 15-20 menit menunjukkan penurunan nyeri pada pasien postpartum sectio caesarea.Terapi ini efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pasca operasi.Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan asuhan keperawatan yang komprehensif kepada ibu postpartum.
Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk menguji efektivitas terapi foot massage secara lebih representatif pada pasien post SC di berbagai fasilitas kesehatan. Kedua, diperlukan studi lanjutan yang mengevaluasi durasi optimal dan frekuensi pemijatan kaki untuk mencapai penurunan nyeri yang maksimal, termasuk perbandingan antara durasi singkat dan panjang dalam konteks pemulihan pasca operasi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi kombinasi foot massage dengan intervensi nonfarmakologis lain seperti terapi musik atau relaksasi napas dalam, guna melihat sinergi efeknya terhadap pengelolaan nyeri dan kecemasan pada ibu postpartum sectio caesarea, sehingga dapat dirancang protokol asuhan keperawatan yang holistik dan berbasis bukti.
| File size | 146.73 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA Manajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien. Studi ini bertujuan untukManajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien. Studi ini bertujuan untuk
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Nyeri persalinan merupakan pengalaman universal yang seringkali dikeluhkan oleh ibu bersalin. Penggunaan birth ball sebagai metode non-farmakologis untukNyeri persalinan merupakan pengalaman universal yang seringkali dikeluhkan oleh ibu bersalin. Penggunaan birth ball sebagai metode non-farmakologis untuk
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Selain itu, tatalaksana nyeri dengan opioid, layanan spiritual, atau kombinasi keduanya ternyata memiliki hasil yang berbeda secara signifikan (p=0. 022).Selain itu, tatalaksana nyeri dengan opioid, layanan spiritual, atau kombinasi keduanya ternyata memiliki hasil yang berbeda secara signifikan (p=0. 022).
UNIMMANUNIMMAN Shivering diketahui sebagai komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal dengan insidensi 40–70%. KejadianShivering diketahui sebagai komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal dengan insidensi 40–70%. Kejadian
YMPAIYMPAI Nyeri punggung terus menjadi masalah umum pada ibu hamil. Untuk mengurangi intensitas nyeri tersebut pada ibu hamil trimester III, dapat diterapkan teknikNyeri punggung terus menjadi masalah umum pada ibu hamil. Untuk mengurangi intensitas nyeri tersebut pada ibu hamil trimester III, dapat diterapkan teknik
POLITAPOLITA M. M Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent pre test andM. M Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent pre test and
PEDSCIJPEDSCIJ Salah satu intervensi nyeri yang paling umum adalah pemberian analgesik opioid atau non‑opioid. Obat analgesik yang diberikan kepada anak kritis dapatSalah satu intervensi nyeri yang paling umum adalah pemberian analgesik opioid atau non‑opioid. Obat analgesik yang diberikan kepada anak kritis dapat
STIKESGHSBYSTIKESGHSBY Instrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scale) dan partograph. Hasil: hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinanInstrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scale) dan partograph. Hasil: hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinan
Useful /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Cipto Mangunkusumo belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi AKI, angka mortalitas pasien AKI, dan faktor-faktor yangCipto Mangunkusumo belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi AKI, angka mortalitas pasien AKI, dan faktor-faktor yang
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-36) adalah instrumen penilaian kualitas hidup pasien PGK dan dialisis yang telah diterjemahkan di berbagai negara,Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-36) adalah instrumen penilaian kualitas hidup pasien PGK dan dialisis yang telah diterjemahkan di berbagai negara,
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Temuan mengungkapkan tiga hasil utama: (1) Guru secara efektif mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kearifan Palolai ke dalam kurikulum independenTemuan mengungkapkan tiga hasil utama: (1) Guru secara efektif mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kearifan Palolai ke dalam kurikulum independen
UNIMMANUNIMMAN Prosedur pembedahan seringkali membutuhkan anestesi, salah satunya adalah general anestesi dengan teknik intubasi Endotracheal Tube (ETT). Intubasi ETTProsedur pembedahan seringkali membutuhkan anestesi, salah satunya adalah general anestesi dengan teknik intubasi Endotracheal Tube (ETT). Intubasi ETT