UNMUHUNMUH

The Indonesian Journal of Health ScienceThe Indonesian Journal of Health Science

Nyeri punggung bawah atau yang sering dikenal dengan low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang rentan dialami oleh petani mengingat negara Indonesia merupakan negara agraris. Data tahun 2024 mencatat angka kejadian LBP paling tinggi berada di Jawa Timur yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 58,33% dan Kabupaten Jember menyumbang pravalensi sebesar 71% petani yang setiap harinya melakukan posisi tidak ergonomi, hal ini dapat menyebabkan terjadinya LBP. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kelompok hot stone massage dengan kelompok cold stone massage untuk menurunkan tingkat nyeri pada petani yang mengalami LBP di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan hot stone massage dan cold stone massage. Sebanyak 30 petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Wilcoxson untuk membandingkan dalam satu kelompok serta menggunakan Uji Mann-Whitney U untuk membandingkan data kedua kelompok. Hasil analisis data menggunakan Uji Wilcoxson dan Mann-Whitney U keduanya menunjukkan nilai p < 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah intervensi dan terdapat pengaruh signifikan antar kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan LBP pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh.

Berdasarkan penerapan intervensi hot stone massage dan cold stone massage, diketahui bahwa kedua terapi non-farmakologis tersebut memiliki potensi pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada petani yang mengalami low back pain (LBP) di wilayah kerja Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember.Dalam perbandingan efektifitasnya lebih substansial pada hot stone massage dibandingkan dengan cold stone massage.Intervensi ini bekerja melalui mekanisme termal (panas atau dingin) yang membantu relaksasi otot, mengurangi peradangan, dan meningkatkan ambang nyeri.Penerapan rutin dan sesuai prosedur intervensi menunjukkan bahwa terapi komplementer dapat menjadi pilihan penting dalam manajemen nyeri pada populasi pekerja seperti petani.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan populasi petani dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, penelitian dapat fokus pada efek jangka panjang dari hot stone massage dan cold stone massage terhadap manajemen nyeri LBP pada petani. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi terapi komplementer lainnya, seperti akupuntur atau terapi fisik, untuk meningkatkan efektivitas manajemen nyeri pada populasi petani.

  1. Edukasi Masyarakat Sebagai Upaya Pencegahan Keluhan Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Balung | Journal... comdev.pubmedia.id/index.php/comdev/article/view/83Edukasi Masyarakat Sebagai Upaya Pencegahan Keluhan Low Back Pain LBP di Puskesmas Balung Journal comdev pubmedia index php comdev article view 83
  2. Pengaruh cold water immersion terhadap laktat, nyeri otot, fleksibilitas dan tingkat stres pasca latihan... journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/30573Pengaruh cold water immersion terhadap laktat nyeri otot fleksibilitas dan tingkat stres pasca latihan journal uny ac index php jolahraga article view 30573
  3. Pengaruh Hot Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas... doi.org/10.32528/tijhs.v17i1.3629Pengaruh Hot Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain LBP di Puskesmas doi 10 32528 tijhs v17i1 3629
Read online
File size276.35 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test