GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE

Jurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinJurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin

Pergeseran pola makan menuju konsumsi makanan cepat saji, termasuk di kalangan mahasiswa, berpotensi berdampak pada kesehatan dan pola hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membedakan perilaku konsumsi makanan cepat saji (kategori sering dan jarang) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2022-2024 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 59 responden. Analisis diskriminan Fisher digunakan untuk mengklasifikasikan perilaku konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (35 dari 59 mahasiswa) berada dalam kategori sering mengonsumsi makanan cepat saji, mengindikasikan perlunya perhatian lebih lanjut terhadap pola makan kelompok ini.

Sebagian besar mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Syiah Kuala cenderung sering mengonsumsi makanan cepat saji.Analisis diskriminan mengidentifikasi lima faktor utama yang membedakan perilaku konsumsi, yaitu gaya hidup, kualitas pelayanan, variasi menu, harga terjangkau, dan lokasi strategis, dengan akurasi prediksi sebesar 81,4 %.Hasil ini menekankan pentingnya intervensi edukasi gizi dan kebijakan pendukung pola makan sehat untuk mengurangi risiko obesitas dan masalah kesehatan terkait.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pola konsumsi makanan cepat saji berubah selama masa studi mahasiswa dengan melakukan survei longitudinal selama empat tahun untuk mengidentifikasi tren dan faktor penentu jangka panjang. Selain itu, diperlukan percobaan intervensi yang menguji efektivitas program edukasi gizi berbasis kampus, misalnya modul daring atau workshop, dalam menurunkan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan meningkatkan pengetahuan gizi mahasiswa. Selanjutnya, studi perbandingan antaruniversitas di wilayah berbeda dapat dilakukan untuk menilai pengaruh lingkungan kampus, seperti keberadaan gerai fast‑food dan kebijakan kantin, terhadap perilaku konsumsi, sehingga dapat memberikan dasar kebijakan yang lebih tepat bagi institusi pendidikan. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam atau focus group discussion juga dapat digunakan untuk menggali motivasi sosial dan persepsi mahasiswa terhadap makanan cepat saji, sehingga memperkaya data kuantitatif. Akhirnya, pemanfaatan teknologi mobile untuk melacak pola makan secara real‑time dapat memberikan data yang lebih akurat dan mendukung analisis prediktif berbasis machine learning.

  1. Penerapan Analisis Diskriminan untuk Klasifikasi Pengaruh Data Warisan Budaya Takbenda terhadap Banyaknya... jurnal.unpad.ac.id/jmi/article/view/46791Penerapan Analisis Diskriminan untuk Klasifikasi Pengaruh Data Warisan Budaya Takbenda terhadap Banyaknya jurnal unpad ac jmi article view 46791
  2. Between tension and trauma: communication's role in conflict-ridden families and separation inability... journal.geutheeinstitute.com/index.php/JG/article/view/410Between tension and trauma communications role in conflict ridden families and separation inability journal geutheeinstitute index php JG article view 410
  3. The Effect of Nutrition Education on Students’ Consumption Behavior at Universitas... talenta.usu.ac.id/InJAR/article/view/3602The Effect of Nutrition Education on StudentsyCE Consumption Behavior at Universitas talenta usu ac InJAR article view 3602
Read online
File size361.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test