UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Salah satu warisan budaya dari nenek moyang bangsa Indonesia adalah tembang dolanan Jawa, yaitu lagu atau tembang yang dinyanyikan sebagai pengiring permainan tradisional, khususnya di daerah Jawa. Lirik tembang dolanan mengandung pesan-pesan moral yang tersirat di dalamnya. Ironisnya, pada era modern saat ini, tembang dolanan mulai tergeser oleh musik modern yang mayoritas kurang sesuai dengan nilai budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan cerita dari tembang dolanan Jawa melalui motif batik yang diterapkan pada pakaian anak-anak. Metode yang digunakan mengacu pada Gustami, yang terdiri atas tiga tahapan: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses pembuatan diawali dengan mendesain motif, kemudian dipindahkan ke media kain, dilanjutkan dengan mencanting, memberi warna, mengunci warna menggunakan waterglass, proses nglorod, dan pembilasan kain batik dengan air bersih. Penelitian ini menghasilkan enam karya, yaitu: (1) Jaranan, (2) Padhang Bulan, (3) Gambang Suling, (4) Menthog-Menthog, (5) Kidang Talun, dan (6) Gundul Pacul. Melalui penulisan karya batik ini, diharapkan dapat menjadi salah satu media pelestarian dua budaya Indonesia sekaligus, yaitu tembang dolanan Jawa yang divisualisasikan melalui motif batik untuk anak-anak.

Berdasarkan hasil dan pembahasan, proses penulisan karya ini terdiri atas tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan.Tahap eksplorasi dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui jurnal, artikel, dan buku-buku terkait tembang dolanan Jawa serta pengkaryaan batik, baik secara online maupun offline.Dari hasil observasi tersebut, penulis menyimpulkan cerita-cerita dari tembang dolanan Jawa yang kemudian diolah menjadi desain motif batik.Pada tahap perwujudan, proses pembuatan karya meliputi beberapa langkah, antara lain pemindahan desain motif batik ke kain primisima, pencantingan menggunakan malam, pewarnaan dengan pewarna jenis remasol, penguncian warna menggunakan waterglass, dan proses nglorod untuk menghilangkan malam.Selanjutnya dilakukan pembilasan kain dengan air bersih, kemudian kain batik yang telah selesai diproses dijahit menjadi pakaian anak siap pakai.Hasil akhir dari proses tersebut adalah produk pakaian berupa dua kemeja lengan panjang dan dua kemeja lengan pendek untuk anak laki-laki berusia 4–7 tahun, serta dua dress batik tanpa lengan untuk anak perempuan dengan rentang usia yang sama.Produk batik ini mengusung enam motif yang terinspirasi dari makna enam tembang dolanan Jawa, yaitu motif Jaranan, Padhang Bulan, Gambang Suling, Menthog-Menthog, Gundul Pacul, dan Kidang Talun.Dengan terciptanya karya ini, diharapkan eksistensi tembang dolanan Jawa dan batik sebagai warisan budaya bangsa dapat terus dilestarikan, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengapresiasi budaya dalam negeri.

Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya, kajian mengenai pengembangan batik berbasis kearifan lokal dapat diperluas tidak hanya pada tembang dolanan Jawa, tetapi juga pada bentuk ekspresi budaya lain seperti cerita rakyat, permainan tradisional, maupun seni pertunjukan daerah. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menekankan pada strategi pemasaran, keberlanjutan bahan ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan produk batik inovatif kepada masyarakat yang lebih luas.

  1. UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SMP NEGERI 1 JIWAN TAHUN 2016 |... e-journal.unipma.ac.id/index.php/citizenship/article/view/1181UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SMP NEGERI 1 JIWAN TAHUN 2016 e journal unipma ac index php citizenship article view 1181
  2. Implementation of Java cultural education in elementary school in Yogyakarta | Linguistics and Culture... lingcure.org/index.php/journal/article/view/1905Implementation of Java cultural education in elementary school in Yogyakarta Linguistics and Culture lingcure index php journal article view 1905
  3. PEMBENTUKAN SIKAP TATA KRAMA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI REVITALISASI PEMBIASAAN TEMBANG DOLANAN | Retnoningsih... doi.org/10.31000/lgrm.v8i2.1790PEMBENTUKAN SIKAP TATA KRAMA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI REVITALISASI PEMBIASAAN TEMBANG DOLANAN Retnoningsih doi 10 31000 lgrm v8i2 1790
  4. Visualisasi Cerita Tembang Dolanan Jawa sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Pakaian Anak | Journal of... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/6715Visualisasi Cerita Tembang Dolanan Jawa sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Pakaian Anak Journal of journal3 um ac index php fs article view 6715
  5. TEMBANG (LAGU) DOLANAN ANAK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN TARIAN ANAK | Muljono | SELONDING. tembang lagu... journal.isi.ac.id/index.php/selonding/article/view/2965TEMBANG LAGU DOLANAN ANAK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN TARIAN ANAK Muljono SELONDING tembang lagu journal isi ac index php selonding article view 2965
Read online
File size2.17 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test