UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Kediri dikenal sebagai daerah penghasil tahu, namun meningkatnya produsen oleh-oleh berbahan tahu yang masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai menimbulkan persoalan persaingan dan dampak lingkungan. Produk Tahu Kriuk Gudang Tahu merupakan salah satu yang menggunakan kemasan plastik bersealer, yang kurang mampu melindungi camilan kering karena sifatnya yang transparan dan mudah rusak. Selain itu, banyak merek pesaing memakai desain kemasan serupa sehingga tidak memiliki identitas visual yang kuat, membuat konsumen kesulitan membedakan produk. Padahal, kemasan berpotensi menjadi media informasi sekaligus penguat karakter daerah. Penelitian ini merancang ulang kemasan Tahu Kriuk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memperkuat brand awareness. Proses perancangan menggunakan metode Design Thinking (Tim Brown & Kelley) serta analisis Empathy Map (Dave Gray) yang menekankan pemahaman mendalam terhadap pengalaman, persepsi, dan preferensi konsumen terkait kemasan. Analisis tersebut membantu mengidentifikasi masalah utama dan menentukan arah desain yang relevan. Hasil perancangan menghasilkan lima desain kemasan dengan warna dan elemen visual yang lebih menarik, menampilkan ilustrasi produk serta budaya khas Kediri seperti jaranan dan barongan. Selain itu, dikembangkan pula dua belas media pendukung, termasuk merchandise, brosur, poster, x-banner, spanduk, peralatan makan, tent card, bunting flag, dan media promosi digital.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, perancangan ulang kemasan Tahu Kriuk Gudang Tahu dilakukan untuk menjawab berbagai permasalahan, seperti kemiripan dengan produk pesaing, penggunaan plastik sekali pakai yang tidak ramah lingkungan, serta visual yang kurang menarik dan tidak mencerminkan identitas lokal.Melalui identifikasi kebutuhan konsumen dan penerapan elemen desain yang lebih informatif, praktis, dan estetik, dihasilkan kemasan baru berbahan kertas berlapis anti minyak dengan penutup ziplock, elemen visual mencolok, serta ilustrasi budaya Kediri seperti Jaranan dan Barongan.Hasil prototipe diuji melalui pameran dan mendapat respons positif, khususnya terkait daya tarik desain, kejelasan informasi, dan penguatan citra merek.Perancangan ini memperlihatkan pentingnya inovasi kemasan dalam meningkatkan daya saing produk dan mendukung pemberdayaan UMKM lokal.Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji pasar secara kuantitatif guna mengetahui pengaruh desain kemasan baru terhadap keputusan pembelian, serta meneliti material ramah lingkungan tingkat lanjut menggunakan pendekatan life cycle assessment.Selain itu, studi perilaku konsumen lintas segmen, pengujian ergonomi dan ketahanan fisik kemasan, serta eksplorasi integrasi teknologi digital seperti AR dan QR interaktif dapat memberikan pengembangan lebih jauh.Analisis biaya produksi dan kelayakan implementasi juga diperlukan agar desain yang dihasilkan dapat diterapkan secara optimal dalam proses produksi UMKM.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan temuan dalam paper ini adalah: . . 1. Menguji pengaruh desain kemasan baru terhadap keputusan pembelian secara kuantitatif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan survei atau eksperimen di toko atau pusat oleh-oleh, untuk mengukur apakah desain kemasan baru meningkatkan minat dan keputusan pembelian konsumen. . . 2. Meneliti material ramah lingkungan tingkat lanjut menggunakan pendekatan life cycle assessment. Penelitian ini dapat mengeksplorasi alternatif material kemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti kemasan kertas daur ulang atau kemasan kompos, dan menganalisis dampak lingkungan dari seluruh siklus hidup kemasan, mulai dari produksi hingga pembuangan. . . 3. Melakukan studi perilaku konsumen lintas segmen. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana preferensi dan perilaku konsumen dari berbagai segmen pasar berbeda, seperti konsumen lokal, wisatawan, atau konsumen dengan perhatian khusus terhadap isu lingkungan. Studi ini dapat membantu memahami bagaimana desain kemasan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen dari berbagai segmen.

  1. Perancangan Redesain Brand Identity “Anamid’ Coffee | Journal of Language Literature and... doi.org/10.17977/um064v2i32022p333-348Perancangan Redesain Brand Identity AuAnamidAo Coffee Journal of Language Literature and doi 10 17977 um064v2i32022p333 348
  2. Membangun Brand Awareness Produk Lokal Melalui Redesain Kemasan Tahu Kriuk Gudang Tahu Khas Kediri |... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/5854Membangun Brand Awareness Produk Lokal Melalui Redesain Kemasan Tahu Kriuk Gudang Tahu Khas Kediri journal3 um ac index php fs article view 5854
  3. Eksplorasi Visual Branding Nagamerah.Co: Red Wine Buah Naga Khas Banyuwangi | Journal of Language Literature... doi.org/10.17977/um064v5i62025p687-699Eksplorasi Visual Branding Nagamerah Co Red Wine Buah Naga Khas Banyuwangi Journal of Language Literature doi 10 17977 um064v5i62025p687 699
  4. Redesain Maskot untuk Meningkatkan Identitas Visual Kabupaten Bojonegoro | Journal of Language Literature... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/1439Redesain Maskot untuk Meningkatkan Identitas Visual Kabupaten Bojonegoro Journal of Language Literature journal3 um ac index php fs article view 1439
Read online
File size1.14 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test