UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Komunikasi nonverbal atau bahasa tubuh identik dengan Charlie Chaplin, aktor film bisu yang populer pada awal abad ke-20. Dalam film Police (1916), yang mengangkat tema realitas sosial dan kritik sosial, Charlie Chaplin berperan sebagai tokoh utama sekaligus sutradara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis komunikasi nonverbal yang digunakan oleh Charlie Chaplin serta mengungkap jenis komunikasi nonverbal yang paling dominan digunakan olehnya dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif non-interaktif yang berfokus pada deskripsi dan interpretasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan observasi non-partisipan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi waktu dan triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis semiotik dokumen dengan level analisis mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis komunikasi nonverbal yang digunakan Charlie Chaplin, yaitu kinesik, haptik, dan proksemik, dengan kinesik sebagai jenis komunikasi nonverbal yang paling dominan digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Charlie Chaplin sebagai tokoh utama dalam film Police (1916) menggunakan tiga jenis komunikasi nonverbal, yaitu kinesik, haptik, dan proksemik.Jenis komunikasi nonverbal yang paling dominan digunakan dalam film ini adalah kinesik, dengan persentase sebesar 73,7%, diikuti proksemik sebesar 16,1%, dan haptik sebesar 10,2%.Komunikasi nonverbal yang ditampilkan Charlie Chaplin tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap narasi visual, tetapi juga menciptakan makna-makna tertentu sesuai dengan konteks adegan, seperti perasaan gelisah, rasa hormat, sopan santun, kehangatan pertemanan, kesedihan, kemarahan, kasih sayang, kewaspadaan, hingga rasa percaya diri.Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal, khususnya kinesik, menjadi elemen utama dalam menyampaikan pesan dan membangun alur cerita dalam film bisu.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji peran komunikasi nonverbal dalam film bisu dengan latar budaya atau genre yang berbeda untuk memahami variasi makna dan fungsi bahasa tubuh. Selain itu, analisis komparatif antara film bisu dan film modern dapat dilakukan untuk mengamati pergeseran penggunaan komunikasi nonverbal dalam media audio-visual. Terakhir, penelitian tentang dinamika gender dalam ekspresi nonverbal tokoh utama film bisu dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi bagaimana peran sosial dan identitas gender memengaruhi penggunaan bahasa tubuh dalam narasi film.

  1. View of Buku Ajar Pengantar Ilmu Komunikasi. view buku ajar pengantar ilmu komunikasi doi.org/10.21070/2021/978-623-6081-32-7View of Buku Ajar Pengantar Ilmu Komunikasi view buku ajar pengantar ilmu komunikasi doi 10 21070 2021 978 623 6081 32 7
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/14669-000APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 14669 000
  3. Komunikasi Nonverbal Tokoh Utama pada Film Police (1916) | Journal of Language Literature and Arts. komunikasi... doi.org/10.17977/um064v5i72025p806-818Komunikasi Nonverbal Tokoh Utama pada Film Police 1916 Journal of Language Literature and Arts komunikasi doi 10 17977 um064v5i72025p806 818
Read online
File size688.35 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test