UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Film animasi The Box merupakan film pendek yang mengisahkan kehidupan bahagia seorang anak Suriah yang berubah drass akibat perang. Tujuan penelian ini adalah untuk mengungkap makna film animasi The Box beserta simbol kucing dan kotak kardus di dalamnya. Penelian ini menggunakan metode deskripf kualitaf interpretaf dengan pendekatan analisis semioka Charles Sanders Peirce. Hasil penelian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan penderitaan seorang anak yang berjuang mempertahankan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tengah kekacauan perang. Kotak kardus dalam film ini memiliki beragam makna simbolis, antara lain sebagai rumah, pelindung, kenangan keluarga, hingga sarana menuju harapan baru. Selain itu, kotak tersebut juga mencerminkan realitas pahit para pengungsi yang kerap menggunakan kardus sebagai alas dur atau tempat berlindung di kamp pengungsian. Sementara itu, kucing peliharaan dalam film menggambarkan satu-satunya “keluarga yang tersisa bagi sang anak, tempat ia berbagi kesedihan sekaligus harapan. Melalui simbol-simbol tersebut, The Box dak hanya menyampaikan kisah kehilangan dan penderitaan, tetapi juga pesan universal tentang harapan dan ketahanan manusia di tengah situasi perang yang menghancurkan.

Film animasi The Box karya Merve Cirisoglu mengandung makna mendalam tentang kesengsaraan perjalanan hidup seorang anak kecil yang berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di tengah situasi perang.Kotak kardus sebagai objek sentral dalam film ini memiliki simbolisme yang kaya dan dinamis.Pada awalnya, kotak kardus dimaknai sebagai rumah tempat berlindung bagi tokoh anak kecil, kemudian berkembang menjadi simbol pelindung, kenangan keluarga, hingga kendaraan yang melambangkan harapan menuju masa depan yang lebih baik.Selain itu, kotak kardus juga merepresentasikan kenyataan pahit para pengungsi yang harus bertahan hidup dengan segala keterbatasan.Objek ini mencerminkan kondisi sosial dan kemanusiaan yang kompleks melalui pendekatan visual yang sederhana namun sarat makna.Tokoh kucing dalam film ini berfungsi sebagai simbol kasih sayang, kesetiaan, dan satu-satunya keluarga yang tersisa bagi tokoh anak kecil.Kucing menjadi medium emosional yang menggambarkan keterikatan batin antara manusia dan hewan peliharaan, serta mencerminkan rasa kehilangan dan harapan yang dialami oleh anak kecil.Melalui ekspresi dan interaksi antara keduanya, film ini berhasil menyampaikan pesan kemanusiaan yang universal—tentang cinta, kehilangan, dan perjuangan untuk bertahan hidup di tengah penderitaan.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dengan teori semiotika lain seperti Roland Barthes atau Umberto Eco untuk menganalisis film-film animasi bertema kemanusiaan, sehingga menemukan perbedaan dalam penafsiran makna visual. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada analisis sinematografi, warna, atau suara dalam The Box dan film-film animasi serupa dari negara lain, untuk menelusuri bagaimana elemen estetika memperkuat narasi dan emosi dalam karya tersebut. Terakhir, studi komparatif antara The Box dan film-film animasi internasional bertema serupa dapat memberikan perspektif lintas budaya dalam memahami representasi penderitaan dan harapan manusia melalui media animasi.

  1. REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE | SIWAYANG... doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE SIWAYANG doi 10 54443 siwayang v1i3 388
  2. Analisis Semiotika Dalam Film Animasi The Anthem Of The Heart | Pubmedia Social Sciences and Humanities.... doi.org/10.47134/pssh.v1i3.172Analisis Semiotika Dalam Film Animasi The Anthem Of The Heart Pubmedia Social Sciences and Humanities doi 10 47134 pssh v1i3 172
Read online
File size518.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test