UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Penelitian ini menganalisis representasi makna self-healing dalam lirik lagu Tenang karya Yura Yunita. Self-healing merupakan proses penyembuhan diri dari luka batin, tekanan, dan gangguan emosional secara mandiri tanpa bantuan obat-obatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif interpretaif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Pada tingkat denotasi, lirik lagu menggambarkan harapan untuk memperoleh ketenangan di tengah berbagai persoalan hidup serta permohonan agar Tuhan memberikan petunjuk dan perlindungan. Makna konotatif mengungkapkan pergulatan batin, emosi mendalam, serta usaha individu dalam menemukan ketenangan saat dilanda kegelisahan. Sementara itu, pada tingkat mitos, lagu ini mencerminkan keyakinan spiritual bahwa kedamaian sejahtera hanya dapat ditemukan melalui kedekatan dengan Tuhan dan proses refleksi diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu Tenang bukan sekadar karya seni musikal, melainkan juga media ekspresi emosional dan spiritual yang kuat. Lagu ini berfungsi sebagai sarana penyembuhan batin (self-healing), mengajak pendengar untuk merenung, menerima diri, dan memperkuat hubungan spiritual sebagai jalan menuju ketenangan batin yang hakiki.

Analisis semiotika Barthes digunakan untuk menggali makna mendalam lagu tanpa mengandalkan penjelasan verbal langsung.Lagu ini dianalisis melalui konsep paradigmatis, sintagmatis, serta tiga tingkatan makna.denotasi (arti literal), konotasi (makna emosional dan sosial), dan mitos (keyakinan mendalam).Lagu Tenang dipahami sebagai medium self-healing, dengan pesan pentingnya penerimaan diri, relasi interpersonal, dan kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber kedamaian.Melalui narasi religius tersirat, lagu ini mengajak pendengar untuk merenung dan menemukan ketenangan spiritual.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis komparatif antara lirik lagu Tenang dengan karya musik dari budaya atau agama lain untuk melihat perbedaan dan kesamaan representasi konsep ketenangan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak psikologis langsung dari mendengarkan lagu self-healing melalui survei atau wawancara dengan pendengar. Terakhir, studi tentang penggunaan teknik semiotika alternatif seperti psikologi sastra dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dimensi emosional dan spiritual dalam lirik lagu populer.

  1. http://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/techno-sosio-ekonomika. analisis semiotika makna lagu gala bunga... jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/techno-socio-ekonomika/article/view/3837jurnal usbypkp ac index php techno sosio ekonomika analisis semiotika makna lagu gala bunga jurnal usbypkp ac index php techno socio ekonomika article view 3837
  2. Representasi Makna Self Healing dalam Lirik Tenang Yura Yunita (Semiotika Roland Barthes) | Journal of... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/6212Representasi Makna Self Healing dalam Lirik Tenang Yura Yunita Semiotika Roland Barthes Journal of journal3 um ac index php fs article view 6212
  3. Pengejawantahan Relasi Cinta Romantik dalam Lagu Nemen: Analisis Semiotika C. S. Pierce | DIWANGKARA:... jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/414Pengejawantahan Relasi Cinta Romantik dalam Lagu Nemen Analisis Semiotika C S Pierce DIWANGKARA jurnal stkippgriponorogo ac index php DIWANGKARA article view 414
Read online
File size184.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test