UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Lukisan Serpih karya Solahuddin Achmad tahun 2024 dipilih sebagai objek penelitian karena menampilkan ekspresi emosional yang kuat, seperti kasih, haru, beban, dan perjuangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang seniman sebagai pencipta karya, serta mengungkap nilai, makna, dan sintesis akhir yang terkandung dalam lukisan Serpih. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kritik seni holistik sebagai kerangka analisis. Kritik holistik mencakup tiga faktor utama, yaitu faktor genetik yang berfokus pada latar belakang dan proses kreatif seniman, faktor objektif yang mengkaji aspek visual dan formal karya, serta faktor afektif yang menitikberatkan pada pengalaman dan penghayatan peneliti terhadap karya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui purposive sampling dengan menetapkan Solahuddin Achmad sebagai informan utama, serta melibatkan informan pendukung. Metode pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi terhadap proses berkarya dan visualisasi lukisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan Serpih merepresentasikan pengalaman batin dan refleksi kehidupan pribadi seniman yang diwujudkan melalui simbol visual, komposisi warna, dan unsur kaligrafi. Secara keseluruhan, lukisan ini mengandung makna mendalam tentang dinamika kehidupan, keteguhan, dan perjuangan, yang dapat dirasakan oleh penghayat melalui pendekatan kritik seni holistik.

Lukisan Serpih karya Solahuddin Achmad merupakan representasi kuat dari perjalanan personal, pengalaman hidup, dan kondisi psikologis seniman yang terartikulasi melalui bahasa visual.Karya ini menunjukkan orisinalitas melalui penggabungan gaya realis dengan unsur kaligrafi abstrak, serta koherensi visual yang menciptakan kesatuan visual yang utuh.Kekuatan ekspresi karya terlihat dari kemampuannya membangkitkan kesan emosional berupa rasa haru, kasih, kalut, dan perjuangan yang dapat dirasakan oleh penghayat meskipun makna yang dihadirkan bersifat multitafsir.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan kritik seni holistik pada karya seni lain dengan tema serupa untuk membandingkan makna dan interpretasi yang muncul. 2. Studi lebih lanjut tentang peran simbol kaligrafi dalam karya seni modern, khususnya dalam konteks keagamaan dan identitas budaya. 3. Penelitian tentang dinamika ekspresi emosional seniman dengan gangguan psikologis, seperti skizofrenia, dalam proses kreatif dan representasi visualnya, dengan fokus pada hubungan antara kondisi mental dan teknik penggambaran yang digunakan.

  1. Kritik Holistik terhadap Lukisan Berjudul Serpih Karya Solahuddin Achmad Tahun 2024 | Journal of Language... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/7444Kritik Holistik terhadap Lukisan Berjudul Serpih Karya Solahuddin Achmad Tahun 2024 Journal of Language journal3 um ac index php fs article view 7444
  2. A STUDY OF ACEH LOCAL WISDOM COMMUNICATION IN THE ART OF MEURUKON COLLABORATION BETWEEN ART AND DA'WAH... doi.org/10.29103/jumasi.v3i2.20194A STUDY OF ACEH LOCAL WISDOM COMMUNICATION IN THE ART OF MEURUKON COLLABORATION BETWEEN ART AND DAWAH doi 10 29103 jumasi v3i2 20194
  3. Kritik Holistik pada Lukisan Paranoid Karya Gatot Pujiarto Tahun 2021 | Journal of Language Literature... doi.org/10.17977/um064v2i62022p765-781Kritik Holistik pada Lukisan Paranoid Karya Gatot Pujiarto Tahun 2021 Journal of Language Literature doi 10 17977 um064v2i62022p765 781
  4. Keindahan dalam Seni sebagai Komoditas: Dampaknya terhadap Kebudayaan, Moral, dan Peradaban Manusia |... doi.org/10.36806/jsrw.v13i1.671Keindahan dalam Seni sebagai Komoditas Dampaknya terhadap Kebudayaan Moral dan Peradaban Manusia doi 10 36806 jsrw v13i1 671
Read online
File size1.86 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test