POLIPANGKEPPOLIPANGKEP

PROPER : Jurnal Penelitian Pertanian TerapanPROPER : Jurnal Penelitian Pertanian Terapan

Jalan Pesantren merupakan salah satu jalan kolektor yang terletak di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi yang memiliki permasalahan dengan kondisi lanskap jalan yang biasa saja, kurang menarik, dan tidak tertata. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan lanskap jalan dengan mempertahankan dan memperbaiki fungsi serta kenyamanan jalan dengan mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek biofisik dan aktivitas. Metode yang digunakan adalah tahapan perencanaan yang dimulai dari kegiatan penelitian dan dibatasi hingga tahapan perencanaan yang tercakup dalam sintesis. Konsep dasar perencanaan lanskap Jalan Pesantren adalah Connectivity and Walkability dengan mewujudkan lanskap jalan yang terkoneksi, aman, nyaman, indah, beridentitas, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Rencana tata ruang terdiri dari ruang sirkulasi, ruang penyangga dan ruang pelayanan. Rencana sirkulasi meliputi sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki/sepeda dengan sistem shared space street. Rencana tata fasilitas meliputi fasilitas pelengkap jalan dan tata informasi, sedangkan rencana tata hijau yaitu tata hijau kenyamanan, tata hijau penyangga dan tata hijau estetika.

Jalan Pesantren memiliki potensi sebagai lanskap jalan yang optimal karena didominasi kawasan perdagangan, perumahan, dan pendidikan, sehingga mampu menyeimbangkan kepentingan masyarakat dan komersial.Kendala utama meliputi fasilitas jalan yang belum ramah pejalan kaki, vegetasi yang minim dan tidak tertata, serta tidak adanya pemisahan jelas antara jalur pejalan kaki dan kendaraan.Konsep perencanaan lanskap berbasis Connectivity and Walkability telah dirancang melalui tiga komponen utama.ruang sirkulasi, penyangga, dan pelayanan, serta tata hijau yang fungsional dan estetis untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan pengguna jalan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji seberapa besar dampak penerapan konsep Connectivity and Walkability pada Jalan Pesantren terhadap peningkatan jumlah pejalan kaki dan pengguna sepeda dalam jangka waktu satu tahun setelah implementasi. Selain itu, perlu diteliti bagaimana variasi jenis vegetasi yang direkomendasikan memengaruhi kenyamanan mikroklimat sepanjang jalan, terutama dalam mengurangi suhu dan polusi udara selama musim kemarau. Terakhir, studi dapat dikembangkan untuk mengevaluasi keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan jangka panjang lanskap, termasuk pola partisipasi sosial, tanggung jawab kolektif, dan persepsi keamanan yang muncul setelah penataan ulang ruang jalan secara menyeluruh. Ketiga arah penelitian ini saling terkait karena masing-masing menguji aspek manusia, lingkungan, dan keberlanjutan yang menjadi inti dari perencanaan lanskap berbasis komunitas, sehingga tidak hanya mengubah bentuk fisik jalan, tetapi juga mengubah perilaku dan hubungan sosial masyarakat terhadap ruang publik.

  1. #food security mamuju#food security mamuju
  2. #ruang publik#ruang publik
Read online
File size909.66 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Jx
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test