ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Keterbatasan lahan urban di Jabodetabek menuntut munculnya pendekatan hunian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ruang yang terus berkembang. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep rumah tumbuh pada hunian Rumah Swatantra karya Studio Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif melalui studi literatur dan wawancara langsung dengan arsitek perancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola modular dan sistem struktur hollow infill beton memberikan fleksibilitas pertumbuhan ruang tanpa perlu membongkar struktur dasar. Proses pertumbuhan ruang terjadi secara bertahap mengikuti perkembangan keluarga dari tahun 2017 hingga 2024, dan memperlihatkan bahwa kualitas ruang tetap dapat terjaga meskipun bangunan dibangun secara bertahap. Temuan ini mengonfirmasi bahwa konsep rumah tumbuh dapat menjadi strategi alternatif hunian berkelanjutan pada kawasan urban yang mengalami keterbatasan lahan. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya perencanaan spasial yang matang sejak tahap awal pembangunan agar ekspansi ruang dapat dilakukan secara efisien, terukur, dan selaras dengan kebutuhan penghuni. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan fungsi ruang, tetapi juga meminimalkan limbah konstruksi dan biaya renovasi di masa depan.

Konsep rumah tumbuh menawarkan fleksibilitas desain yang relevan terhadap konteks keterbatasan lahan dan dinamika kebutuhan penghuni.Studi pada Rumah Swatantra menunjukkan bahwa penerapan pola modular tidak hanya memudahkan proses pertumbuhan ruang secara bertahap, namun juga menjaga kontinuitas struktur tanpa menurunkan kinerja dan kenyamanan ruang.Dengan demikian, rumah dapat berkembang mengikuti siklus kehidupan keluarga bukan sekadar mengikuti gambar perencanaan awal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas biaya dari penerapan konsep rumah tumbuh dibandingkan dengan metode pembangunan konvensional, dengan mempertimbangkan siklus hidup bangunan secara keseluruhan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan pada berbagai tipe keluarga dan konteks sosial-budaya untuk memahami bagaimana konsep rumah tumbuh dapat diadaptasi agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi yang beragam. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material dan teknologi konstruksi yang lebih inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung implementasi konsep rumah tumbuh, seperti penggunaan material lokal yang ramah lingkungan atau sistem konstruksi modular yang lebih efisien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan solusi hunian yang adaptif, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat urban di Indonesia.

  1. Penerapan Konsep Rumah Tumbuh pada Tata Ruang Rumah Swatantra: Studi Kasus Rumah Tempat Tinggal Karya... journal.aritekin.or.id/index.php/Konstruksi/article/view/1163Penerapan Konsep Rumah Tumbuh pada Tata Ruang Rumah Swatantra Studi Kasus Rumah Tempat Tinggal Karya journal aritekin index php Konstruksi article view 1163
  2. KONSEP PENGOLAHAN DESAIN RUMAH TUMBUH | Agusniansyah | MODUL. konsep pengolahan desain rumah agusniansyah... doi.org/10.14710/mdl.16.1.2016.1-12KONSEP PENGOLAHAN DESAIN RUMAH TUMBUH Agusniansyah MODUL konsep pengolahan desain rumah agusniansyah doi 10 14710 mdl 16 1 2016 1 12
Read online
File size452.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test