ARITEKINARITEKIN
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif multi-stakeholder terhadap pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Hutan Pelawan dengan konsep healing forest sebagai inovasi pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bangka Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 45 responden yang terdiri dari pemerintah daerah, pengelola wisata, masyarakat lokal, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap konsep healing forest tergolong tinggi, dengan nilai skala likert rata-rata 4,1–4,4, menandakan adanya persetujuan kuat terhadap pengembangan wisata berbasis konservasi dan kesehatan mental. Faktor kenyamanan lingkungan dan minat wisatawan terhadap konsep ini juga menjadi aspek dominan yang mendorong potensi pengembangan kawasan. Perspektif para stakeholder menunjukkan keselarasan tujuan antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat dalam mengembangkan Hutan Pelawan sebagai destinasi quality tourism yang ramah lingkungan dan berbasis konservasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dan tata kelola berkelanjutan (good governance) dalam mewujudkan pariwisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung keseimbangan ekologi serta kesehatan fisik dan mental wisatawan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan Taman Kehati Hutan Pelawan dengan konsep healing forest memiliki potensi besar sebagai inovasi pariwisata berkelanjutan yang memadukan aspek konservasi, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.Sebagian besar responden berasal dari kelompok usia muda yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap wisata alam dan kesehatan, menandakan peluang besar untuk mengembangkan destinasi berbasis eco-wellness.Tingkat penerimaan masyarakat terhadap konsep healing forest juga tinggi, terutama pada aspek keberlanjutan dan kenyamanan lingkungan yang menjadi daya tarik utama kawasan.Dari sisi fasilitas dan daya tarik wisata, hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Hutan Pelawan dinilai memiliki keunggulan pada suasana alami dan kenyamanan lingkungan, meskipun peningkatan fasilitas pendukung seperti aksesibilitas, atraksi kreatif, dan layanan wisata masih diperlukan.Sinergi antar pemangku kepentingan pemerintah, pengelola, dan masyarakat telah terbangun cukup baik dengan visi bersama untuk menjadikan kawasan ini sebagai model wisata alam yang berdaya saing dan ramah lingkungan.Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi kolaboratif berbasis multi-stakeholder governance untuk memperkuat tata kelola kawasan secara berkelanjutan.Kajian lanjutan juga disarankan untuk mengevaluasi daya dukung lingkungan, dampak psikologis pengunjung, serta model pemberdayaan masyarakat berbasis eco-entrepreneurship.Dengan demikian, pengembangan konsep healing forest di Hutan Pelawan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung keseimbangan ekologis dan kesehatan mental wisatawan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada evaluasi daya dukung lingkungan dan dampak psikologis pengunjung dalam pengembangan konsep healing forest di Hutan Pelawan. Kajian ini dapat menyelidiki bagaimana aktivitas wisata healing forest mempengaruhi keseimbangan ekologis kawasan dan bagaimana pengalaman tersebut berdampak pada kesehatan mental wisatawan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi model pemberdayaan masyarakat berbasis eco-entrepreneurship, yaitu bagaimana masyarakat lokal dapat terlibat secara aktif dalam pengembangan wisata healing forest dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Dengan menggabungkan aspek lingkungan, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Hutan Pelawan.
- Tourism and the Sustainable Development Goals – Journey to 2030 | World Tourism Organization. tourism... e-unwto.org/doi/book/10.18111/9789284419401Tourism and the Sustainable Development Goals Ae Journey to 2030 World Tourism Organization tourism e unwto doi book 10 18111 9789284419401
- Analisis Persepektif Multi-Stakeholder terhadap Pengembangan Taman Kehati Hutan Pelawan dengan Konsep... doi.org/10.61132/konstruksi.v3i4.1111Analisis Persepektif Multi Stakeholder terhadap Pengembangan Taman Kehati Hutan Pelawan dengan Konsep doi 10 61132 konstruksi v3i4 1111
| File size | 625.34 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Populasi penelitian berjumlah 100 karyawan dengan teknik purposive sampling berdasarkan teori Roscoe. Dari 100 kuesioner yang disebarkan, 75 kuesionerPopulasi penelitian berjumlah 100 karyawan dengan teknik purposive sampling berdasarkan teori Roscoe. Dari 100 kuesioner yang disebarkan, 75 kuesioner
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam praktik manajemen sumber daya manusia hijau, khususnya rekrutmen hijau, dapat meningkatkan niat untukDari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam praktik manajemen sumber daya manusia hijau, khususnya rekrutmen hijau, dapat meningkatkan niat untuk
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG) belum tentu efektif dalam menurunkan potensi perusahaan mengalami financialTemuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG) belum tentu efektif dalam menurunkan potensi perusahaan mengalami financial
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan, namunHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan, namun
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN ZAHRA Garut perlu memprioritaskan pengelolaan elemen-elemen fisik maupun nonfisik di lingkungan kerja. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lainZAHRA Garut perlu memprioritaskan pengelolaan elemen-elemen fisik maupun nonfisik di lingkungan kerja. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAP digunakan untuk membuat laporan posisiKualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAP digunakan untuk membuat laporan posisi
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Teknik purposive sampling dipakai untuk memilih 264 responden. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares (PLS), pendekatan Structural EquationTeknik purposive sampling dipakai untuk memilih 264 responden. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares (PLS), pendekatan Structural Equation
STIALANSTIALAN Dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari food waste semakin mendapat perhatian global, bermuara pada agenda besar Sustainable Development Goals (SDG)Dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari food waste semakin mendapat perhatian global, bermuara pada agenda besar Sustainable Development Goals (SDG)
Useful /
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Temuan ini didukung oleh wawancara dengan guru dan siswa yang menyatakan bahwa metode lattice lebih menarik, terstruktur, dan dapat mengurangi kesalahanTemuan ini didukung oleh wawancara dengan guru dan siswa yang menyatakan bahwa metode lattice lebih menarik, terstruktur, dan dapat mengurangi kesalahan
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetode penelitian kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
POLITEKNIKACEHPOLITEKNIKACEH Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan BSI. Analisis difokuskan pada perkembanganPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan BSI. Analisis difokuskan pada perkembangan
ARITEKINARITEKIN Baja dipilih karena memiliki kekuatan tarik yang tinggi, sifat material yang seragam, bobot yang lebih ringan, kemudahan pemasangan, dan ketahanan yangBaja dipilih karena memiliki kekuatan tarik yang tinggi, sifat material yang seragam, bobot yang lebih ringan, kemudahan pemasangan, dan ketahanan yang