POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN

Jurnal E-BisJurnal E-Bis

Perilaku audit disfungsional merupakan isu penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas dan keandalan hasil audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana independensi, pengalaman kerja, tekanan anggaran waktu, dan locus of control eksternal memengaruhi perilaku disfungsional audit pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 63 auditor dari 12 KAP. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja, tekanan anggaran waktu, dan locus of control eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku disfungsional audit. Sementara itu, independensi auditor berpengaruh negatif, yang berarti semakin tinggi independensi auditor, semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku disfungsional.

Dari hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa independensi, pengalaman kerja, tekanan anggaran waktu, dan locus of control eksternal berpengaruh terhadap perilaku disfungsional audit.Independensi berpengaruh negatif, yang menunjukkan bahwa auditor yang mampu menjaga independensinya cenderung lebih patuh terhadap prosedur dan etika profesi.Sebaliknya, pengalaman kerja, tekanan anggaran waktu, dan locus of control eksternal berpengaruh positif terhadap perilaku disfungsional audit.Artinya, auditor yang lebih berpengalaman, bekerja di bawah tekanan waktu, serta memiliki kecenderungan menyalahkan faktor eksternal, lebih rentan melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan audit.Hasil ini sejalan dengan teori atribusi, yang menjelaskan bahwa persepsi individu terhadap sumber penyebab suatu tindakan memengaruhi kecenderungan perilakunya.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Kantor Akuntan Publik (KAP) memperkuat pengawasan, menetapkan target kerja yang realistis, serta menciptakan lingkungan yang mendukung integritas auditor. Pelatihan etika dan manajemen tekanan juga perlu dilakukan secara rutin, di samping memperhatikan aspek psikologis auditor, termasuk locus of control, agar risiko perilaku disfungsional dapat ditekan dan kualitas audit tetap terjaga. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas jangkauan responden hingga mencakup KAP di berbagai daerah, tidak hanya terbatas pada wilayah Jawa Tengah, serta menerapkan metode campuran (mixed methods) untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku auditor.

  1. Perilaku Disfungsional Audit Pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah | Jurnal E-Bis. perilaku audit... doi.org/10.37339/e-bis.v9i2.2466Perilaku Disfungsional Audit Pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah Jurnal E Bis perilaku audit doi 10 37339 e bis v9i2 2466
  2. MODERASI AUDITOR PROFESSIONAL SCEPTICISMPADA KOMPLEKSITAS TUGAS AUDIT, LOCUS OF CONTROLDAN KUALITAS AUDIT... doi.org/10.59407/jakpt.v1i4.861MODERASI AUDITOR PROFESSIONAL SCEPTICISMPADA KOMPLEKSITAS TUGAS AUDIT LOCUS OF CONTROLDAN KUALITAS AUDIT doi 10 59407 jakpt v1i4 861
  3. Dysfunctional Audit Behavior Determinants | International Journal of Environmental, Sustainability, and... journalkeberlanjutan.com/index.php/ijesss/article/view/163Dysfunctional Audit Behavior Determinants International Journal of Environmental Sustainability and journalkeberlanjutan index php ijesss article view 163
  4. Media Riset Akuntansi Auditing & Informasi (MRAAI) diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi... doi.org/10.25105/mraai.v21i2.9401Media Riset Akuntansi Auditing Informasi MRAAI diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi doi 10 25105 mraai v21i2 9401
Read online
File size484.65 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test