STEKOMSTEKOM

Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi AkuntansiKompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh servant leadership terhadap turnover intention dan dampak komitmen afektif organisasi sebagai mediator antara kedua konstruk tersebut. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi survei pada karyawan restoran di Surabaya dengan kuesioner. Data survei yang terkumpul dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS) dengan partisipasi 78 karyawan restoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership dan komitmen afektif organisasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, komitmen afektif organisasi dapat secara substansial dan negatif memoderasi hubungan antara servant leadership dan turnover intention. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini didiskusikan.

Dalam kerangka sebuah restoran, penelitian ini mencoba menyelidiki hubungan antara servant leadership, komitmen afektif organisasi, dan niat untuk meninggalkan pekerjaan saat ini.Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, para partisipan memerlukan kepemimpinan yang melayani sebagai insentif agar dapat berkembang di perusahaan seperti yang terstruktur saat ini.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa servant leadership dan komitmen afektif organisasi memiliki potensi untuk mengurangi kemungkinan karyawan berencana meninggalkan restoran untuk mencari peluang kerja lain.Peningkatan servant leadership dapat menyebabkan peningkatan komitmen afektif organisasi, yang pada gilirannya dapat mengurangi keinginan untuk meninggalkan bisnis.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi dengan melibatkan berbagai jenis industri selain restoran, untuk menguji generalisasi temuan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memediasi atau memoderasi hubungan antara servant leadership dan turnover intention, seperti budaya organisasi atau kepuasan kerja. Ketiga, penelitian dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk menguji hubungan kausal antara variabel-variabel tersebut dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika servant leadership dan dampaknya terhadap retensi karyawan dapat diperoleh, yang pada akhirnya dapat membantu organisasi dalam merancang strategi manajemen yang lebih efektif.

Read online
File size318.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test