POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN

Jurnal E-BisJurnal E-Bis

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat dan pendidikan Islam. Seiring pertumbuhan bisnis pesantren, sistem keuangan yang jelas dan akuntabel menjadi sangat penting. Namun, banyak sekolah menengah yang gagal menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi. Studi ini melihat bagaimana Pedoman Akuntansi Pesantren (PAP) diterapkan di Pondok Pesantren Cahaya Putra di Kabupaten Malang. Kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAP digunakan untuk membuat laporan posisi keuangan, aktivitas, dan arus kas. Pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia diperlukan untuk mendorong implementasi yang lebih efektif dan meningkatkan transparansi laporan keuangan pesantren. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman staf terhadap PAP.

Penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Cahaya Putra telah berupaya menerapkan Pedoman Akuntansi Pesantren dan bekerja sama dengan Bank Indonesia, namun utama kendala adalah kurangnya sumber daya manusia yang memahami standar tersebut.Kekurangan pemahaman mengakibatkan terbatasnya personel yang mampu melakukan pencatatan dan pelaporan secara tepat, sehingga proses akuntansi menjadi kurang efektif.Akibatnya, keberhasilan implementasi standar akuntansi terhambat, mengganggu akurasi dan kelancaran pelaporan keuangan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan platform akuntansi digital yang dirancang khusus untuk pesantren, dengan mengukur peningkatan kompetensi staf, kecepatan pencatatan, serta akurasi laporan keuangan melalui studi eksperimen longitudinal pada beberapa pondok di berbagai wilayah. Selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai‑nilai pendidikan agama Islam dengan standar akuntansi modern mempengaruhi tingkat transparansi dan akuntabilitas keuangan pesantren, sehingga menilai penerimaan dan adaptasi konsep akuntansi berbasis syariah di lingkungan pesantren serta dampaknya terhadap kepercayaan donatur. Terakhir, penelitian aksi partisipatif dapat menilai peran mekanisme pengawasan berbasis komunitas dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan pesantren, dengan melibatkan santri, donatur, dan pemangku kepentingan lain dalam proses monitoring, evaluasi, dan pelaporan keuangan secara berkelanjutan, serta mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan implementasinya dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk peningkatan sistem pengawasan.

  1. ANALISIS PENERAPAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN PEDOMAN AKUNTANSI PESANTREN MENGGUNAKAN PSAK NO.45: Analysis... stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/view/256ANALISIS PENERAPAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN PEDOMAN AKUNTANSI PESANTREN MENGGUNAKAN PSAK NO 45 Analysis stiemuttaqien ac ojs index php OJS article view 256
Read online
File size345.91 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test