STEKOMSTEKOM

Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi AkuntansiKompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi

Tingkat kepatuhan pajak telah menjadi perhatian peneliti dan pemerintah selama beberapa dekade. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyediaan layanan (e-government), namun belum memberikan hasil yang optimal. Berbagai studi dan penelitian terkait kepatuhan wajib pajak dan hubungannya dengan e-government juga telah dilaksanakan, tetapi masih berfokus pada layanan e-government itu sendiri, terlepas dari tingkat kesiapan (e-readiness) pemerintah sebagai penyedia layanan (government e-readiness) atau dari sisi masyarakat sebagai pengguna layanan (citizen e-readiness). Penulisan artikel ini bertujuan untuk membangun hipotesis baru dengan variabel tingkat kesiapan (e-readiness) sebagai variabel yang memengaruhi layanan pemerintah, yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak. Penelitian sebelumnya atau penelitian yang relevan digunakan untuk memperkuat teori dan fenomena hubungan atau pengaruh antar variabel.

Berdasarkan teori, artikel yang relevan, dan pembahasan di atas, dapat dirumuskan hipotesis untuk riset selanjutnya bahwa untuk meningkatkan kepatuhan pajak dengan pemanfaatan layanan teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah perlu menilai tingkat kesiapan (e-readiness) dari pemerintah itu sendiri sebagai aktor penyedia layanan (government e-readiness) maupun kesiapan dari masyarakat sebagai pengguna layanan (citizen e-readiness).Faktor pendorong kesuksesan layanan teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak dan beragam.

Penelitian yang telah dilakukan ini bersifat tinjauan literatur dan merumuskan hipotesis baru, oleh karena itu, sangat esensial untuk melanjutkan dengan studi empiris yang komprehensif. Sebuah pertanyaan penelitian kunci yang dapat diajukan adalah: Sejauh mana implementasi dan evaluasi tingkat kesiapan pemerintah (government e-readiness) serta kesiapan masyarakat (citizen e-readiness) secara faktual berkontribusi pada peningkatan kepatuhan wajib pajak di berbagai wilayah Indonesia? Penelitian ini dapat mengadopsi metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei berskala besar, atau kombinasi metode campuran untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang dinamika di lapangan, sekaligus memvalidasi secara statistik hipotesis yang diajukan dalam artikel ini dan memberikan bukti konkret bagi para pembuat kebijakan. Selain itu, mengingat kompleksitas ekosistem digital dan perpajakan, penting untuk menyelidiki faktor-faktor moderasi atau mediasi yang mungkin mempengaruhi hubungan antara e-readiness dan kepatuhan wajib pajak. Sebagai contoh, sebuah studi dapat mengeksplorasi: Bagaimana tingkat literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah memoderasi atau memediasi pengaruh citizen e-readiness terhadap kepatuhan wajib pajak dalam konteks layanan e-government? Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga tentang intervensi kebijakan yang lebih terarah, tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi tetapi juga pada pembangunan kapasitas dan kepercayaan. Terakhir, mengingat bahwa artikel ini mengulas beberapa kerangka e-readiness seperti STOPE dan TAM, arah penelitian selanjutnya bisa mendalami perbandingan efektivitas dan relevansi berbagai model e-readiness dalam konteks Indonesia. Pertanyaan penelitian dapat berbunyi: Bagaimana perbandingan model STOPE untuk government e-readiness dan model TAM untuk citizen e-readiness dapat diintegrasikan atau diadaptasi untuk menciptakan kerangka evaluasi kesiapan yang lebih holistik dan prediktif terhadap kepatuhan pajak di Indonesia? Ini akan membantu mengidentifikasi elemen-elemen paling krusial dari e-readiness yang perlu difokuskan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan layanan perpajakan elektronik dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara keseluruhan.

Read online
File size236.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test