STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Kompetensi pragmatis sangat penting untuk komunikasi yang efektif, namun kepentingannya sering diabaikan dalam pendidikan akademis dan aplikasi nyata. Kesenjangan yang signifikan dalam literatur adalah terbatasnya fokus pada bagaimana teori pragmatik, seperti prinsip kooperatif Grice, termanifestasi dalam dialog yang dituliskan namun bersifat naturalistik, seperti yang ada dalam film. Penelitian ini meneliti pelanggaran terhadap maksim percakapan Grice dalam film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) untuk menghubungkan jurang pemisah antara wawasan teoritis dan pola wacana yang dapat diamati dalam media populer. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari skenario film dan dianalisis untuk menemukan contoh-contoh di mana karakter melanggar maksim kuantitas, kualitas, cara, dan hubungan. Pengumpulan data melibatkan pengamatan yang cermat terhadap interaksi karakter, dilengkapi dengan tinjauan naskah dan transkripsi. Prosedur analisis termasuk mengklasifikasikan ujaran berdasarkan maksim yang dilanggar dan menginterpretasikan setiap ujaran dalam konteks naratif dan emosional. Temuan-temuan tersebut mengungkapkan 39 kasus pelanggaran maksim yang menonjol, terutama yang melibatkan Manner dan Quality. Pelanggaran-pelanggaran ini sering kali didorong oleh motif-motif seperti menjaga kerahasiaan, menahan emosi, humor, dan penipuan.

Penelitian ini menganalisis 39 kasus pelanggaran maksim percakapan dalam film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, menunjukkan bahwa maksim cara paling sering dilanggar, terutama dalam skenario yang melibatkan ambiguitas, rahasia, atau emosi intens.Pelanggaran lain terjadi karena alasan seperti humor, penipuan, atau perlindungan informasi.Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim bukanlah kebetulan, tetapi strategi yang disengaja untuk menyampaikan makna yang kompleks, membentuk dinamika karakter, dan memajukan plot.Namun, keterbatasan penelitian hanya mencakup satu film dan teks terdokumentasi, yang mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan keaslian percakapan alami.Studi lanjutan dapat memperluas analisis dengan mengeksplorasi berbagai film atau percakapan tidak terdokumentasi untuk memahami lebih dalam bagaimana maksim percakapan beroperasi dalam komunikasi nyata.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pelanggaran maksim Grice dalam film-film lain dengan konteks budaya berbeda untuk memahami perbedaan strategi komunikasi. Selain itu, studi dapat membandingkan dialog dalam film terdokumentasi dengan percakapan alami di lingkungan sehari-hari untuk mengevaluasi keakuratan representasi pragmatis. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengaruh pelanggaran maksim terhadap pemahaman audiens dalam konteks naratif fiksi, khususnya bagaimana keambiguan atau penipuan dalam dialog memengaruhi interpretasi dan emosi penonton. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang dinamika pragmatis dalam media populer dan aplikasinya dalam pendidikan linguistik.

  1. Violation Of Grice Maxim In Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban | Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa... doi.org/10.58359/jurnal_sora.v9i2.236Violation Of Grice Maxim In Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban Jurnal SORA Pernik Studi Bahasa doi 10 58359 jurnal sora v9i2 236
Read online
File size587.52 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test