AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Penelitian ini mengisi kekosongan kajian atas pemaknaan istiwā dalam tafsir Hidāyat al-Qurān karya Afifuddin Dimyathi. Berbasis pendekatan kualitatif berbasis teks dan analisis isi terhadap QS. Yūnus [10]: 3 yang ditautkan dengan QS. asy-Syūrā [42]: 11, studi ini menelusuri bagaimana istiwā ditempatkan dalam koridor iṡbāt sehingga makna tetap terkomunikasikan tanpa membuka ruang takyīf, tasybīh, atau taṭīl. Data primer yang digunakan adalah kitab tafsir Hidāyat al-Qurān, sementara bahan sekunder meliputi literatur klasik dan kontemporer serta kajian mutasyābihāt. Hasil pembacaan menunjukkan keselarasan genealogis dengan manhaj Ibn Kaṡir—meneruskan lafaz sebagaimana datangnya—serta konsistensi al-Qurān bi al-Qurān sebagai kerangka rujukan, dengan dukungan hadis sahih, aṡar, kaidah kebahasaan, dan ijtihad terukur. Kontribusi penelitian terletak pada klarifikasi posisi istiwā dalam tradisi tafsir bi al-maṡūr serta perumusan kriteria pedagogis yang menekankan prioritas nash, penjelasan melalui ayat muḥkamāt, dan pendelegasian “bagaimana-nya demi menjaga tanzīh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembacaan istiwā dalam tafsir Hidāyat al-Qurān menawarkan model penanganan ayat-ayat mutasyābihāt yang koheren, berbasis al-Qurān bi al-Qurān, dan berpijak pada tradisi bi al-maṡūr.3, ditemukan bahwa Gus Awis menempatkan istiwā dalam koridor iṡbāt yang disertai bilā kayf atau tafwīḍ al-kayf, sehingga makna tetap komunikatif tanpa membuka ruang takyīf, tasybīh, atau taṭīl.Secara genealogis, posisi ini beresonansi dengan manhaj Ibn Kaṡīr (“imrār sebagaimana datangnya), menunjukkan kesinambungan alih-alih pertentangan metodologis.Kontribusi utama riset ini terletak pada pengisian kekosongan kajian tentang konstruksi makna istiwā dalam korpus tafsir lokal, sekaligus menyediakan kriteria praktis untuk pedagogi tafsir di Indonesia.prioritaskan naṣṣ, klarifikasikan dengan ayat muḥkam, delegasikan “bagaimana-nya.

Penelitian lanjutan dapat memperluas analisis istiwā ke ayat-ayat ṣifāt lain dalam tafsir Hidāyat al-Qurān untuk memverifikasi konsistensi pendekatan iṡbāt dan tafwīḍ al-kayf. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan dengan tafsir Nusantara maupun Timur Tengah untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam penanganan ayat mutasyābihāt, terutama dalam konteks tradisi bi al-maṡūr. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan pedagogi tafsir berbasis al-Qurān bi al-Qurān, dengan mengeksplorasi cara efektif menanamkan prinsip tanzīh dalam pembelajaran agama, terutama di lingkungan pesantren dan kampus.

  1. Muhammad Al-Amîn Al-Syinqithy (W. 1393 H/ 1973 M) dan Karya Tafsîr Adhwâ’ Al-... ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/142-06Muhammad Al Amyn Al Syinqithy W 1393 H 1973 M dan Karya Tafsyr AdhwyAo Al ejournal uin suka ac ushuluddin esensia article view 142 06
  2. DOI Name 10.15642 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc state islamic univ... doi.org/10.15642DOI Name 10 15642 Values name values index type timestamp data serv crossref desc state islamic univ doi 10 15642
  3. DOI Name 10.24235 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 52z crossref email support... doi.org/10.24235DOI Name 10 24235 Values doi name values index type timestamp data hs serv 52z crossref email support doi 10 24235
  4. RIWAYAT ISRĀ’ILIYYĀT DALAM KISAH HĀRŪT DAN MĀRŪT: Telaah Kitab Mawārid al-Bayān fī ‘Ulūm... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/diya/article/view/18053RIWAYAT ISRAAoILIYYAT DALAM KISAH HART DAN MART Telaah Kitab MawArid al BayAn f AoUlm syekhnurjati ac jurnal index php diya article view 18053
Read online
File size854.6 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test