AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Artikel ini mengkaji tafsir remaja di Indonesia sebagai bentuk segmentasi baru dalam tafsir populer. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tafsir remaja melalui tiga aspek, yaitu kepengarangan, penyajian, dan metodologi penafsiran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap tiga karya yang secara khusus ditujukan bagi pembaca muda, yakni Reflection on Surah Three Qul, Tafsir Gaul: Bebas Masalah Cara Al-Quran untuk Remaja, dan Be Moslem Scientists. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir remaja di Indonesia ditandai oleh pelebaran subjek penafsir di luar disiplin tafsir formal, namun tetap membangun legitimasi melalui rujukan pada tafsir klasik dan kontemporer. Dari sisi penyajian, tafsir remaja cenderung menggunakan bahasa populer, sistematika tematik, visualitas, dan format komunikatif yang dekat dengan dunia remaja. Dari sisi metodologi, karya-karya tersebut mengombinasikan unsur riwayat dengan pendekatan ijtihādī-kontekstual untuk menjembatani pesan Al-Quran dengan pengalaman pembaca muda. Dengan demikian, tafsir remaja dapat dipahami sebagai bentuk penafsiran yang mereartikulasikan tradisi tafsir ke dalam format yang lebih adaptif terhadap kultur literasi generasi muda.

Kajian terhadap tiga karya tafsir remaja ini memperlihatkan bahwa tafsir remaja di Indonesia merupakan bentuk segmentasi baru dalam tafsir populer yang disusun dengan mempertimbangkan secara sadar karakter pembaca muda.Tafsir remaja dibangun melalui tiga kecenderungan utama.(1) kepengarangan yang beragam dengan legitimasi dari rujukan tafsir klasik dan kontemporer, (2) penyajian yang dekat dengan dunia remaja melalui bahasa populer, visualitas, dan format komunikatif, serta (3) metodologi yang menggabungkan unsur riwayat dengan pendekatan ijtihādī-kontekstual untuk menjembatani pesan Al-Quran dengan pengalaman pembaca muda.Tafsir remaja dapat dipahami sebagai bentuk penafsiran yang tidak memutus diri dari tradisi tafsir, tetapi mereartikulasikannya ke dalam format yang lebih adaptif terhadap kultur literasi generasi muda.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menganalisis bagaimana tafsir remaja yang berbasis media digital (seperti platform sosial atau aplikasi) berbeda dalam penyajian dan dampaknya terhadap pemahaman remaja; kedua, mengeksplorasi peran budaya lokal dalam membentuk konten dan gaya tafsir remaja di berbagai wilayah Indonesia; ketiga, mengkaji respons pembaca muda terhadap tafsir remaja melalui survei atau wawancara untuk memahami sejauh mana mereka merasa terhubung dengan pesan Al-Quran melalui format tersebut. Penelitian ini juga bisa membandingkan tafsir remaja dengan pendekatan tafsir tradisional dalam konteks edukasi agama modern.

  1. Digital Era Qur’anic Interpretation in Indonesia: | SUHUF. digital era qur anic suhuf skip main... doi.org/10.22548/shf.v17i1.998Digital Era QurAoanic Interpretation in Indonesia SUHUF digital era qur anic suhuf skip main doi 10 22548 shf v17i1 998
  2. Generation Z's Perception of Reading Literacy in the Digital Era: Preferences for Print and Digital... journal.umpo.ac.id/index.php/dimensi/article/view/12204Generation Zs Perception of Reading Literacy in the Digital Era Preferences for Print and Digital journal umpo ac index php dimensi article view 12204
  3. Quran in the Digital Age | al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies. quran... doi.org/10.61166/bunyan.v2i2.24Quran in the Digital Age al Bunyan Interdisciplinary Journal of Quran and Hadith Studies quran doi 10 61166 bunyan v2i2 24
Read online
File size2.37 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test