STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Studi ini menganalisis penggunaan dan fungsi bahasa kiasan dalam lirik album Hit Me Hard and Soft karya Billie Eilish. Bahasa kiasan memungkinkan penulis lirik menyampaikan makna melampaui tingkat literal, sekaligus meningkatkan ekspresi emosional dan nilai estetika. Dengan mengacu pada teori (Leech, 1969), penelitian ini mengidentifikasi tujuh jenis bahasa kiasan: metafora, simile, personifikasi, hiperbola, ironi, metonimi, dan sinekdoke. Sementara itu, klasifikasi fungsi dari (Keraf, 2009) ekspresif, penekanan, dan estetika digunakan untuk mengkaji kontribusi perangkat ini terhadap kedalaman emosional dan tematik lirik. Data dikumpulkan melalui metode observasi dengan pembacaan cermat dan pencatatan pada seluruh sepuluh lagu dalam album. Lirik yang mengandung bahasa kiasan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menafsirkan makna dalam konteks lirik, dengan fokus pada tema seperti kerentanan, identitas, patah hati, kerinduan, dan hasrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dan hiperbola merupakan jenis yang paling sering digunakan, menciptakan citraan hidup yang memperkuat intensitas emosi dan keterlibatan pendengar. Bahasa kiasan dalam album ini tidak hanya memperindah lirik, tetapi juga mengartikulasikan emosi kompleks dan pengalaman psikologis secara halus. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan peran bahasa kiasan dalam memperkaya dimensi ekspresif dan estetika penulisan lagu Billie Eilish, serta memperkuat resonansi emosional dan kedalaman interpretasinya.

This chapter concludes the study on the use of figurative language in Billie Eilishs album Hit Me Hard and Soft.The research identified various types of figurative language—metaphor, simile, hyperbole, personification, metonymy, synecdoche, and irony—using Leechs (1969) theory and analyzed their functions through Kerafs (2009) framework.These expressions enriched the lyrics by adding emotional depth, poetic imagery, and thematic complexity.Metaphors conveyed abstract emotions like heartbreak and insecurity, while hyperbole and personification heightened the emotional tone.Metonymy and synecdoche simplified complex ideas, and irony added interpretive depth.Most figurative expressions served expressive functions, revealing internal emotions, while others emphasized meaning or enhanced aesthetic appeal.Overall, the study concludes that figurative language is central to Billie Eilishs songwriting, allowing her to communicate personal experiences with literary nuance.It demonstrates that such language in modern pop music is not merely decorative but serves as a meaningful vehicle for emotional and artistic expression.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut dampak emosional yang ditimbulkan oleh penggunaan bahasa kiasan dalam lirik lagu Billie Eilish, terutama dalam hal bagaimana bahasa kiasan tersebut mempengaruhi interpretasi pendengar dan pengalaman mendengarkan musik. (2) Menjelajahi penggunaan bahasa kiasan dalam karya-karya Billie Eilish yang lain, seperti dalam album-album sebelumnya atau lagu-lagu yang belum dirilis, untuk melihat apakah ada pola atau perkembangan dalam penggunaan bahasa kiasan yang unik bagi Eilish. (3) Membandingkan penggunaan bahasa kiasan dalam lirik lagu Billie Eilish dengan penyanyi pop lainnya, seperti Taylor Swift atau Ariana Grande, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam hal gaya penulisan lirik dan dampak emosional yang ditimbulkan.

  1. An Analysis of Figurative Language in Poems by Laksmi Pamuntjak | MATAI: International Journal of Language... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/matail/article/view/7310An Analysis of Figurative Language in Poems by Laksmi Pamuntjak MATAI International Journal of Language ojs3 unpatti ac index php matail article view 7310
Read online
File size476.38 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test